Tampilkan postingan dengan label KPH SBG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPH SBG. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2020

PISAH SAMBUT ASN KPH SULIGI BATU GAJAH DIWARNAI SENYUM DAN KENANGAN INDAH


Pulau Gadang, KPH SBG - Acara pisah sambut ASN KPH Suligi Batu Gajah yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas baru. Kamis, 03 September 2020. Acara yang berlokasi di Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga, Unit XVII Muara Mahat ini dipandu oleh MC dari KPH Suligi Batu Gajah, Nurfiani, SP, MM.

Acara dibuka oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si selaku pembina dan pengarah acara menyampaikan bahwa perpisahan dengan 18 orang ASN yang terdiri dari 10 orang ASN mutasi ke tempat tugas yang baru dan 8 orang ASN memasuki masa purna, diwarnai dengan senyum dan kenangan indah, dan menyambut 3 orang ASN dengan semangat dan harapan baru. “Kami berdoa agar Bapak dan Ibu yang dapat lebih sukses di tempat kerja baru dan mohon maaf jika ada kesalahan selama saya jadi pemimpin disini," ujarnya.


Pada kesempatan berikutnya, H. Alwamen menyampaikan terima kasih kepada ASN yang mutasi dan masuk masa purna merupakan kepala seksi dan para staf yang luar biasa sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan oleh KPH Suligi Batu Gajah.

"Jangan pernah putus komunikasi untuk menjalin silahturahmi kita dan untuk membangun KPH kita untuk selanjuntya, " harapnya.

Menyambung sambutan H. Alwamen sebelumnya, Parma Yuniandra, S.Hut, M.Si yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala  Seksi Perlindungan Hutan dan KSDAE KPH Suligi Batu Gajah pada periode sebelumnya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada KPH Suligi Batu Gajah dan jajaran dengan mengadakan acara pisah sambut ini.


"Terimakasih kepada Kepala KPH Suligi Batu Gajah dan jajarannya, untuk acara hari ini dan untuk pelepasan kami-kami yang mutasi maupun memasuki masa purna," ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada 18 ASN yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas yang baru, dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Penulis : Taufik Hidayat, S.Hut,  Fotografer : Hendri Nofendri, S.Sos dan Ade Suryadi

Selasa, 21 Juli 2020

DIMASA PANDEMIK COVID-19 KPH SULIGI BATU GAJAH KEMBALI MELAKSANAKAN APEL DAN SENAM PAGI


Bangkinang KPH SBG - Sesuai Surat Edaran Pemprov Riau No 199/SE/2020, tanggal 20 Juli 2020, tentang kegiatan apel pagi setiap hari kerja dan senam bersama yang dilaksanakan setiap hari Kamis dalam tatanan normal baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Menindak lanjut surat edaran tersebut Kepala KPH Suligi Batu Gajah H. Alwamen, S.Hut, MSi   melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPH Suligi Batu Gajah, H. Afrizal, A.Md  mengintruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan UPT KPH Suligi Batu Gajah agar dapat melaksanakan kegiatan yang diperintahkan dalam Surat Edaran tersebut, yang dimulai tanggal 21 Juli 2020.


"Sesuai dengan arahan pimpinan besok pagi (Selasa, red) kita sudah melaksanakan perintah ini. 
Selama melaksanakan kegiatan apel pagi dan senam bersama dimasa  Pandemik Covid- 19 agar selalu memakai masker, dan jaga jarak aman maupun dalam aktivitas lain tanpa terkecuali. Serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, " ungkapnya.

Untuk yang berusia di atas 55 tahun, Ibu hamil, dan menyusui masih diberlakukan Work From Home (WFH).

Rabu, 02 Januari 2019

KEPALA KPH SBG TEGASKAN TAHUN 2019 KEDISIPLINAN DAN PRESTASI LEBIH DI TINGKATKAN LAGI

Bangkinang KPH SBG - Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah (SBG), H. Alwamen, S.Hut, M.Si sebagai pembina apel pagi perdana pada tahun 2019 di halaman kantor KPH SBG, Rabu (02/01/2019). 

Pada amanatnya Kepala KPH SBG menyampaikan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) agar selalu menjaga kedisiplinan, dan meningkatkan prestasi-prestasi yang telah dicapai pada tahun 2018 lalu. 

"Ditahun baru Masehi ini, mari kita selalu menjaga kedisiplinan dan meningkatkan prestasi yang telah kita capai pada tahun 2018 lalu, yaitu selesainya RPHJP Unit XVII", jelasnya.

Dikatakan Alwamen, dalam pelaksanaan disiplin tersebut, harus ada kesadaran disetiap diri ASN. Karena penegakan disiplin ASN dalam rangka meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Mari kita saling mengingatkan dan meningkatkan kinerja masing–masing guna pelaksanaan tugas ASN sebagai abdi masyarakat dan abdi negara", tegas Alwamen. 

Apel pagi pada tahun baru ini, salah satunya untuk peningkatan disiplin dan pembinaan ASN dilingkungan KPH SBG, disela-sela apel tersebut juga dirangkaikan dengan acara perpisahan dengan pegawai KPH SBG yang mutasi ke instansi lain.

Jumat, 20 Juli 2018

MANTAP DUA DESA DI WILAYAH KPH SULIGI BATU GAJAH TELAH MEMBENTUK MPA

Kuok, 20 Juli 2018. Belum sampai 1 tahun beroperasi, namun ada dua desa yang termasuk dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah telah memiliki Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di Desa Rantau Merangin Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. MPA di Desa Rantau Merangin ini di bentuk oleh Manggala Agni.

Selain di Desa Rantau Merangin ada juga di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga memiliki MPA yang tergabung dalam Satuan Masyarakat Karlahut. MPA pada Kabupaten Rokan Hulu ini  tepatnya berada di Desa Kabun Kecamatan Kabun,  yang dibentuk oleh oleh Desa dan Kecamatan.

Dari sisi lain Kecamatan Kabun juga  merupakan daerah yang rawan konflik dan sengketa lahan, dan dari pantauan tim identifikasi KPH Suligi Batu Gajah beberapa waktu yang lalu, kawasan hutan di daerah ini juga beralih fungsi menjadi perkebunan karet dan perkebunan sawit yang merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik dan sengketa lahan. 

Kamis, 28 Juni 2018

PROFIL KPH SULIGI BATU GAJAH


Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi-Batu Gajah adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau. Kantor KPH Suligi - Batu Gajah beralamat di Jalan Letnan Boyak No. 7 Bangkinang. 

Susunan organisasi KPH Suligi - Batu Gajah terdiri atas:
Kepala KPH Suligi - Batu Gajah: Dendy Saputra, SH. MSi. 
Sub Bagian Tata Usaha: Sahrul Jalaluddin, SE. MSi. 
Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan: Ali Ejer, S.Hut. 
Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat: Zulfahmi, AR. S.Hut. 
Fungsional umum sebanyak 20 orang, Polisi Kehutanan sebanyak 6 orang,
Penyuluh Kehutanan sebanyak 3 orang,
Bakti Rimbawan sebanyak 5 orang dan THL sebanyak 1 orang. Secara keseluruhan jumlah staf KPH Suligi - Batu Gajah sebanyak 34 orang.

KPH Suligi-Batu Gajah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Riau Nomor 52 Tahun 2017 tanggal  7 November 2017 merupakan UPT KPH dengan luas wilayah 120.219,42 Ha, terdiri dari 3 Unit yaitu Unit XV Batu Gajah - Libo dengan luas 33.544,52 Ha , Unit XVI Suligi dengan luas 59.344,90 Ha dan Unit XVII Muara Mahat dengan luas 27.330,00 Ha. 

Wilayah KPH Suligi - Batu Gajah secara administratif terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Kabupaten Kampar terdiri dari 8 kecamatan dan 47 desa serta Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 6 kecamatan dengan 30 desa. Sedangkan berdasarkan posisi geografis, KPH Suligi - Batu Gajah terletak antara 0o10’ 00” LU - 1o5’00’’ LU, 100o10’00’’ BT – 101o15’00’’ BT. Berdasarkan wilayah pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), KPH Suligi Batu Gajah termasuk ke dalam DAS Kampar dan DAS Rokan.


Batas-batas Wilayah KPH Suligi Batu Gajah  adalah sebagai berikut : 
Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis
Sebelah selatan berbatasan dengan KPH Kampar Kiri
Sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat 
Sebelah timur berbatasan dengan Kota Pekanbaru

Berdasarkan PP No. 6  tahun  2007 jo PP No. 3 tahun 2008 pasal 9 ayat 1 organisasi KPH mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan pengelolaan hutan yang meliputi :
a. tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan
b. Pemanfaatan hutan
c. Penggunaan kawasan hutan
d. Rehabilitasi hutan dan reklamasi; dan
e. Perlindungan hutan dan konservasi alam.

2. Menjabarkan kebijakan kehutanan nasional, provinsi dan kabupaten/kota bidang kehutanan untuk diimplementasikan;

3. Melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan diwilayahnya mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan serta pengendalian 

4. Melaksanakan pemantauan dan penilaian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan hutan di wilayahnya

5. Membuka peluang investasi untuk mendukung tercapainya tujuan pengelolaan hutan.

Kondisi topografi KPH Suligi Batu Gajah sebagian besar merupakan daerah perbukitan di sepanjang Bukit Barisan rata-rata 20 s/d 500 m dpl, kelembaban nisbi 78% - 94%, dengan curah hujan rata-rata 285 mili meter per tahun. Pada umumnya struktur tanah adalah organosol, gleihumus, alluvial, podsolik merah kuning, litosol dan regosol. 

Vegetasi di wilayah KPH Suligi Batu Gajah tergolong hutan alam primer, dengan kerapatan sedang sampai tinggi. Tipe hutan yang mendominasi merupakan hutan hujan tropis dataran rendah sampai dataran tinggi dengan jenis dominan Shorea spp, dipterocarpus dan berbagai jenis hutan hujan tropis lainnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi hutan di KPH Suligi Batu Gajah, dari 21 plot yang diletakkan di blok inti, blok perlindungan, blok pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam, blok pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman, dan blok pemanfaatan, maka diperoleh data:  147 jenis pohon, volume tertinggi yaitu jenis Meranti (169,80 m³/ha), volume terkecil yaitu jenis trembesi (0,15 m³/ha), jumlah keseluruhan pohon sebanyak 4.338 dengan volume 4.096,99 m³.

Dari hasil analisis data, diperoleh rata-rata volume pohon per hektar adalah 80,36 m³/ha. Luas penutupan lahan hutan lahan kering primer dan hutan lahan kering sekunder sebesar 86.527 ha dan 7.091 ha. Dugaan potensi hasil hutan kayu alam keseluruhan KPH Suligi Batu Gajah sebesar 11.594.440,45 m³.

Berdasarkan pengamatan dilapangan dan informasi dari masyarakat, jenis fauna yang terdapat di Kawasan KPH Suligi Batu Gajah, yaitu Pelanduk, Babi Hutan, Monyet, Beruang, Harimau, Ular, Landak, Musang dan fauna lainnya. Diantaranya merupakan satwa langka seperti Pelanduk, Beruang dan Harimau.

Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) KPH Suligi Batu Gajah seperti:

1. Jernang berada di desa Cipang Kiri Hilir,  Cipang Kiri Hulu,  Pendakian,  Tibawan,  Alahan (KecamatanRokan IV Koto).
2. Madu dari lebah Trigona (lebah budidaya) di desa Sipungguk (Kecamatan Salo)
3. Madu hutan yang biasa disebut dengan madu pohon sialang, di desa Ranah Sungkai (Kecamatan XIII Koto Kampar) dan desa Koto Ranah (Kecamatan Kabun)
4. Damar di desa Koto Tuo (Kecamatan XIII Koto Kampar) dan Desa Suberuang, Bandur Picak (Kecamatan Koto Kampar Hulu)

Potensi jasa lingkungan yang terdapat dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah cukup banyak seperti:
1. Air Terjun Panisan
Air terjun Panisan memiliki tiga tingkat tiap tingkatnya memiliki tinggi yang berbeda, tingkat pertama tinggi 25 m, tingkat kedua 30 m dan yang ketiga 7 m. Air terjun ini berada di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. 
2. Air terjun Gulamo dan Sungai Gulamo di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar


3. ‎Suligi Hill/ Negri diatas awan Desa Aliantan Kecamatan Kabun


4. ‎Panorama Alam Ulu Kasok Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar


5. ‎Goa Garuda Desa Tandun Kecamatan Tandun
6. ‎Pemandian Air Panas, dan masih banyak lagi potensi lain yang masih belum teridentifikasi.

Kamis, 21 Juni 2018

PASCA LIBUR IDUL FITRI 1439 H ASN KPH SULIGI BATU GAJAH TETAP DISIPLIN MASUK KANTOR



Bangkinang, Kamis 21 Juni 2018. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si lansung menjadi pembina apel pagi pasca libur hari raya Idul Fitri 1439 H dan juga mengabsen kehadiran setiap pegawai di KPH Suligi Batu Gajah. Apel pagi di halaman kantor KPH Suligi Batu Gajah ini juga merupakan agenda rutin setiap pagi sebelum melakukan aktifitas kerja di KPH Suligi Batu Gajah. Walau pun hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, namun kedisiplinan ASN dan Bakti Rimbawan tetap terjaga, hal ini dilihat dari tingkat kehadiran hampir mencapai 100%.

Kepala KPH Suligi Batu Gajah sangat mengapresiasi kedisiplinan pegawai KPH Suligi Batu Gajah, sebab hampir seluruh pegawai KPH Suligi Batu Gajah hadir pada hari pertama masuk kerja, kecuali yang berhalangan hadir dengan keterangan yang jelas.

"Kedisiplinan seperti ini harus kita pertahankan dan juga harus kita tingkatkan pada hari-hari berikutnya," katanya.

Diwaktu yang sama ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Ir. Ervin Rizaldi, MH yang mengatakan bahwa jika ASN yang masih bolos masuk kantor atau yang masih memperpanjang libur lebaran maka akan ditindak tegas sesuai peraturan yang ada.

"Pagi ini Kepala Dinas LHK Provinsi Riau beserta ASN lingkup Dinas LHK dan instansi lainnya juga mengikuti apel di halaman Kantor Gubernur Riau, jadi absensi kehadiran kita juga akan dikirimkan ke Dinas LHK Privinsi Riau" tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala KPH Suligi Batu Gajah juga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala amal yang dikerjakan bulan puasa yang lalu diterima oleh Allah SWT.

Sebelum apel pagi dibubarkan  dilanjutkan dengan saling berjabatan tangan dan saling bermaafkan yang juga dapat mempererat tali silahturrahmi sesama pegawai di lingkungan KPH Suligi Batu Gajah.
  

Jumat, 11 Mei 2018

IKA FAPERIKA UR DAN IKA PASCA SARJANA LINGKUNGAN HIDUP UR GANDENG KPH SULIGI - BATU GAJAH TANAM POHON DAN RESTOKING BIBIT IKAN ENDEMIK DI WADUK PLTA KOTO PANJANG


Pulau Gadang, KPH SBG - Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (IKA FAPERIKA) Universitas Riau (UR) dan IKA Pasca Sarjana Lingkungan Hidup Unri menggandeng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi - Batu Gajah untuk menanam pohon dan restoking bibit ikan endemik, seperti ikan Patin dan ikan Baung.

Acara ini digelar di Tepian Mahligai, waduk PLTA Koto Panjang, Desa Pulau Gadang. Kamis (10/05/2018).

Dalam acara ini turut hadir Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Kadis Perikanan dan Kelautan provinsi Riau, Rektor Unri, Kepala Desa Pulau Gadang dll.

Ketua IKA UR Ahmad Hijazi yang juga menjabat sebagai Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat oleh masyarakat.


Kegiatan seperti ini juga dapat mendukung program pemerintah Provinsi Riau, diantaranya pembangunan desa, sosial ekonomi dan budaya.

Sekda menuturkan, bahwa Kawasan waduk PLTA Koto Panjang mempunyai potensi untuk pengembangan objek wisata dan ini bisa menjadi salah satu  tujuan wisatawan di Riau.

"Kita masyarakat Riau kekurangan tempat wisata, jika Ulu Kasok, Cubodak Hill, Tepian Mahligai dan potensi lainnya yang berada di kawasan waduk PLTA Koto Panjang bisa dikembangkan lagi ini akan menjadi destinasi wisata di Riau," katanya.

Ketua IKA UR ini mengajak isntansi lain untuk bisa bekerja sama, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan dan Dinas Pariwisata serta instansi lain, maupun IKA lainnya juga ikut menggelar kegiatan yang bermanfaat.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Erfin Rizaldi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang yang secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kawasan di sekitar waduk PLTA Koto Panjang ini berada dalam kawasan UPT KPH Suligi - Batu Gajah dan agar semua aktifitas bisa legal kita menyarankan supaya semua aktifitas yang ada dalam kawasan hutan harap melapor dan mengurus izinnya" ujarnya.

Dinas LHK Provinsi Riau sangat tertarik dengan potensi jasa lingkungan yang ada di sekitar Waduk PLTA Koto Panjang. Untuk pengembangan dan menggali potensi itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk pengembangan potensi wisata di kawasan waduk PLTA Koto Panjang.


Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang Abdul Razak mengapresiasi dan sangat berbangga hati dengan adanya acara ini, dan ia juga ingin dibantu dalam pengembangan objek wisata yang ada di Desa Pulau Gadang. Dengan adanya objek wisata ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Setelah penanaman pohon dan restoking bibit ikan dilanjutkan dengan pembagian bibit buah-buahan dan bibit ikan kepada masyarakat yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

Jumat, 13 April 2018

KPH SULIGI-BATU GAJAH TERIMA DIPA APBN 2018 DAN JUKNIS DARI BPHP WIL III PEKANBARU

KPH Suligi-Batu Gajah menerima kunjungan kerjaa dari BPHP Wilayah III Pekanbaru, kunjungan ini dengan agenda penyerahan DIPA APBN dan Juknis. Rabu (11/04/18).

Diwaktu yang sama, BPHP Wilayah III Pekanbaru juga meminta, agar KPH Suligi-Batu Gajah segera menyusun rencana kegiatan dan anggaran tahun 2018. 

Selain itu, KPH Suligi-Batu Gajah juga diminta untuk mengusulkan atau membentuk 2 KTH. Pembentukan KTH ini merupakan suatu wadah tempat pembinaan dan pelatihan bagi masyarakat, terutama anggota dari KTH. Salah satu program pembinaan dan pelatihan pada KTH yaitu budidaya Aren.

Tanaman Aren merupakan salah satu HHBK yang bernilai ekonomis tinggi, dan banyak permintaan pasar. Budidaya tanaman Aren tidak membutuhkan banyak perawatan, sehingga cocok untuk dibudidayakan.
Kita berharap, semoga program kegiatan yang direncanakan bisa berjalan dengan lancar, agar visi misi KPH terwujud Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera.

Posting Populer