Sabtu, 26 September 2020

KPH SULIGI BATU GAJAH FASILITASI BANTUAN ALAT EKONOMI PRODUKTIF DARI BPHP WILAYAH III PEKANBARU KEPADA KTH TUNAS MUDA DAN KTH SELAYAN JAYA

Tanjung Alai, KPH SBG - Ini merupakan kabar gembira bagi Kelompok Tani Hutan (KTH), sebab 2 (dua) KTH  yang ada di wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah mendapat bantuan alat penyuling serei wangi dari Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah III Pekanbaru. 

Bantuan ini merupakan hasil tindak lanjut diskusi pada acara sosialisasi potensi jasa lingkungan yang diadakan oleh KPH Suligi Batu Gajah beberapa waktu lalu, dan pada kesempatan itu turut hadir BPHP Wilayah III Pekanbaru dan beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu. 

Pada acara tersebut Kepala KPH Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si meminta bantuan kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru agar mendukung pengembangan potensi Jasa Lingkungan, Wisata Alam dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada di KPH Suligi Batu Gajah. 

BACA JUGA: RPHJP UNIT XVII MUARA MAHAT KPH SULIGI BATU GAJAH

Hal tersebut mendapat respon baik oleh BPHP Wilayah III Pekanbaru, bahwasanya BPHP Wilayah III akan mengalokasikan Bantuan Alat Ekonomi Produktif kepada KTH yang Produktif dan telah menghasilkan HHBK, pada kesempatan tersebut Kepala KPH langsung memberikan apresiasi dan mengucapakan terimakasih kepada BPHP Wilayah III sekaligus menunjuk KTH yang layak dan Siap menerima Bantuan Tersebut. 

Kamis (24/09/09) BPHP Wilayah III Pekanbaru bersama KPH Suligi Batu Gajah, menyerahkan 2 (dua) unit alat penyuling serai wangi  kepada KTH Tunas Muda Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar dan KTH Selayan Jaya Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, kedua desa ini merupakan desa dalam wilayah Unit XVII Muara Mahat KPH Suligi Batu Gajah. 

Penyerahan alat penyuling serei wangi ini dihadiri oleh Kepala Balai BPHP Wilayah III Pekanbaru diwakili oleh Ir. Purnomo  dan Tim dan KPH Suligi-Batu gajah oleh Kepala KPH, Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Penyuluh Kehutanan. 

Pada Acara Penyerahan tersebut Ir. Purnomo dalam sambutannya menyatakan, agar alat penyuling serei wangi ini dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dipelihara oleh masyarakat. "Harapan kami agar desa ini selalu bekerjasama dengan KPH untuk pengembangan potensi yang ada, jangan hanya serei wangi saja, kalau ada program lain sampaikan pada KPH agar program bisa berlanjut demi kesejahteraan masyarakat, " katanya.

Ditambahkan Purnomo, ucapan Terimakasih dan bangga kepada KPH Suligi Batu Gajah dan Tim telah membantu dan memfasilitasi KTH ini, sehingga bantuan ini bisa disalurkan, selanjutnya dirinya juga berharap kepada KPH Suligi Batu Gajah agar bisa membantu pemasarannya.

Sementara itu Kepala KPH Suligi Batu Gajah H. Alwamen, S. Hut, M. Si dalam sambutannya menyampaikan, program pemerintah Pusat terkhusus Kementrian LHK adalah Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan bersama masyarakat, terutama pengembangan potensi-potensi Jasa Lingkungan (Jasling), Wisata Alam (WA) dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada, " ujarnya.

BACA JUGA: BERDIRINYA KOPERASI SUBAGA WANA LESTARI LANGKAH AWAL MENUJU KPH SBG MANDIRI

Kepala KPH Suligi Batu Gajah, menyampaikan agar KTH yang telah mendapatkan bantuan ini untuk lebih Produktif dalam pengelolaan Serai Wangi, dan kepada Kepala Desa dirinya berpesan untuk senantiasa memonitor dan membimbing Masyarakat untuk lebih Produktif terutama dalam pengembangan Usaha dalam pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil Hutan.

Alat penyuling ini merupakan program KPH dari BPHP Wilayah III Pekanbaru. KTH yang ada di KPH Suligi Batu Gajah diregistrasi melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau ke Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Kepala KPH Suligi Batu Gajah menambahkan, disini KPH hanya sebagai fasilitator,dan melaksanakan tugas, di tapak KPH Suligi Batu Gajah menempatkan Penyuluh Kehutanan dan berada dilapangan yang selalu mendampingi masyarakat untuk pengembangan KTH maupun dalam pengembangan program - program lainnya. 

BACA JUGA: KPH SULIGI BATU GAJAH DAN WRI KERJA SAMA MENYUSUN RPHJP

Harapan Kepala KPH Suligi Batu Gajah kepada KTH yang ada agar segera melakukan Kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU), dengan KPH untuk legalitas Pemanfaatan HHBK Serai Wangi ini. 

Pada Akhir sambutannya Kepala KPH Suligi-Batu Gajah mengucapkan terimakasih kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru atas bantuan alat ini, dan ia juga menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan yang tersisa dan menghijaukan yang sudah terbuka untuk tujuan mulia ‘Hutan lestari, Masyarakat sejahtera.

Diwaktu yang sama Kepala Desa Tanjung Alai Sultan Alwi mengatakan terimakasih kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru dan KPH Suligi Batu Gajah atas bantuan alat penyuling serai wangi ini. 

"Harapan kami sudah tercapai karena alat penyulingan ini bisa membantu kami untuk mengelola serei wangi yang telah kami tanam, kami sangat mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah seperti ini, sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat kami dan serei wangi akan menjadi hasil produksi unggul dari Desa kami, " pungkasnya.

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut

Foto Grafer: Diki Permana

Editor: H. Alwamen, S.Hut, M.Si

Jumat, 18 September 2020

CETAK TENAGA TERAMPIL RESOLUSI KONFLIK SUMBER DAYA ALAM WRI DAN BDLHK PEKANBARU GELAR PELATIHAN SECARA DARING PADA ASN DAN BAKRIM UPT KPH SULIGI BATU GAJAH

Bangkinang, KPH SBG - Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pekanbaru kembali menyelenggarakan pelatihan Resolusi Konflik (Reskon) Angkatan II (dua), Namun Pelatihan kali ini ada perbedaan dari pelatihan sebelumnya yaitu pelatihan ini diinisiasi oleh Word Researc Institute (WRI) Indonesia dan KPH Suligi-Batu Gajah. 


Pelatihan Menggunakan kurikulum Standart BDLHK dengan Metode E Learning (Virtual), Pelatihan berlangsung selama 5 (lima) hari mulai Senin sampai dengan Jum’at (14-18 September 2020) setara 35 (Tiga Puluh Lima) Jam Pelajaran (JPL), diikuti oleh 30 peserta yang keseluruhannya berasal dari KPH Suligi Batu Gajah. 

Bimbingan teknis dan pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga-tenaga kerja terampil untuk menjadi fasilitator  penyelesaian konflik yang ada di wilayah kerja peserta, khususnya konflik yang ada di wilayah Kerja KPH Suligi Batu Gajah.


Pelatihan ini di buka oleh Kepala BDLHK Pekanbaru dan di tutup oleh Sekretaris Jenderal BP2SDM Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Drs. Ade Palguna Ruteka. 

Kepala BDLHK Pekanbaru Komaruddin, S.Hut  Dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya pelatihan ini merupakan pelatihan yang istimewa karena pesertanya seluruhnya merupakan Tenaga UPT KPH KPH Suligi Batu Gajah dan juga pembiayaannya merupakan kolaborasi antara BDLHK dan WRI. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan dapat dikuti dengan baik dan mendapatkan Ilmu bagi seluruh peserta sehingga dapat di aplikasikan dalam pengelolaan wilayahnya.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta bisa mengatasi konflik yang ada di wilayah kerjanya. "konflik akan bisa diatasi dengan baik dengan menggunakan skill yang kita miliki, " katanya. 

Sekretaris BP2SDM menambahkan, pihaknya akan selalu membuka diri untuk bekerjasama dalam pengembangan pengetahuan SDM Kehutanan. 

BACA JUGA: RAPAT PERSIAPAN PEMBAHASAN DRAF RPHJP UNIT XVII MUARA MAHAT

Salah satu peserta pelatihan Reskon Nurfiani, SP, MM dalam pesan dan kesannya menyatakan, pelatihan ini bisa membangun kekompakan bagi peserta walaupun dilakukan secara daring dan mentor juga bisa membangun kebersamaan peserta dengan metode - metode pembelajaran yang sangat menarik dan membangun.


Pada akhir pelatihan ini  Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si Menyampaikan ‘’Terimakasih kepada BDLHK, Widya Iswara dan Fasilitator/Narasumber atas ilmu yang diberikan kepada dan akan kami terapkan di lapangan, mohon maaf atas kekurangan dan kepada WRI kami ucapkan terimakasih  atas kerjasamanya yang telah berjalan selama ini dan semoga pelatihan dan kegiatan lain dapat kita laksanakan bersama.’’ Salam Lestari…

Penulis: Bakti Rimbawan

Foto Grafer: Bakti Rimbawam

Editor: H. Alwamen, S.Hut. M.Si

Selasa, 15 September 2020

SOSIALISASI POTENSI JASA LINGKUNGAN DAN WISATA ALAM DI KPHL UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

Tandun, KPH SBG - Sosialisasi  Potensi Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Unit XVI Suligi yang di taja oleh KPH Suligi Batu Gajah di Aula Kantor Camat Tandun. Selasa (15/09/2020).  Acara ini diikuti oleh Dinas LHK Provinsi Riau, Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu, Balai PDASHL Indragiri Rokan, Balai Diklat LHK, Koramil Tandun dan Camat yang termasuk dalam wilayah kerja KPH Suligi-Batu Gajah yang memiliki Destinasi Tempat Wisata (Camat Tandun, Camat Kabun, Camat Rokan IV Koto dan Camat Pendalian IV Koto), serta Kepala Desa Koto Ranah, Kades Aliantan, Kades Tandun, Kades Rokan, Kades Rokan Koto Ruang, Kades Lubuk Bendahara, Kades Suligi, Kades Pendalian beserta Ninik Mamak, pengurus Pokdarwis dengan Jumlah peserta sebanyak 30 orang. 

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau yang diwakili kepala bidang Perencanaan dan Pemanfaatan (Danang KS, S.Hut, M.Sc). Dalam Sambutannya Kadis menyampaikan, bahwa KPH Suligi Batu Gajah merupakan unit DLHK Provinsi Riau dibangun ditingkat tapak yang bertujuan untuk Pemberdayaan masyarakat dan mengelola Wilayah Kerjanya (Kawasan Hutan) baik itu potensi Jasa Lingkungan (Jasling), dan Wisata Alam serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).  


Pada Acara ini juga dilakuakan Diskusi Panel dengan narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau diwakili kepala bidang Perencanaan dan Pemanfaatan (Danang KS, S.Hut, M.Sc),  Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu yang di wakili Kabid Destinasi pariwisata (Rhokhanan Eka Trianto, SH), BPDASHL Indragiri Rokan yang di wakili Kepala Seksi RHL (Desmantoro, S.Hut., M.Si) dan sebagai Moderator Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah, (Alwamen, S.Hut, M.Si).  

Dalam paparannya Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan mengatakan, KPH Suligi Batu Gajah khususnya Unit XVI Suligi memiliki puluhan potensi Jasling, sebagai modal usaha yang akan di kelola.  Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan juga menjelaskan, untuk dapat mengelola hutan secara legal masyarakat harus membentuk kelompok, untuk lebih jelasnya Nantinya akan saya instruksikan KPH melalui Penyuluh Kehutanan setempat untuk Pendampingan kepada Masyarakat.  

"Sekarang kita telah bisa berusaha dalam kawasan hutan, dan dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, KPH Suligi Batu Gajah dan pemerintah daerah setempat, " ungkapnya.  Diwaktu yang sama, Danang KS, S.Hut, M.Sc menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan dan lingkungan, mari berusaha dalam kawasan hutan tapi jangan menebang pohon agar hutan tetap asri dan terjaga ekosistemnya.  


Pada acara ini, peserta sosialisasi  juga berkesempatan berdialog dengan  para narasumber, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, harapan dan permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. Pada Akhir Sosialisasi Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah menyampaikan bahwasanya kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan awal bagi KPH untuk melakukan Pengelolaan  potensi Jasa Lingkungan, Wisata Alam dan HHBK di Wilayah kerja KPHL Unit XVI Suligi, banyak kegiatan: akan dilakuakan setelah ini antara lain : 1. Inventarisasi dan Identifikasi Potensi Jasling, Wisata Alam dan HHBK, 2. Penyusunan Desain Tapak yang merupakan Acuan Rencana Pengelolaan Jasling dan Wisata Alam. 3. Kerjasama Pengelolaan Jasling, Wisata Alam dan HHBK antara KPH dan Masyarakat/Pihak Lainnya.

Penulis : Hendri Nofendri, S.Sos 

Foto Grafer : Ade Suryadi dan Ilham Fajri 

Editor: Alwamen, S.Hut, MSi



Minggu, 06 September 2020

MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS, DAYA TARIK WISATA BARU DI KPH SULIGI BATU GAJAH

Pulau Gadang, KPH SBG - KPH Suligi Batu Gajah merupakan salah satu KPH di Riau dengan berbagai potensi wisata alam yang kini semakin diminati kalangan masyarakat luas, seperti Ulu Kasok, Dermaga Tepian Mahligai Taman 1000 Bunga, Air Terjun Putri Kayangan, Sungai Gulamo dan masih banyak potensi lainnya. 

Salah satu potensi baru yang akan dikembangkan di KPH Suligi Batu Gajah adalah Goa Putri Rambut Emas, Destinasi Goa ini berada di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, yang merupakan wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah, Unit XVII Muara Mahat. Goa ini memiliki keindahan eksotis dan tengah disiapkan sebagai destinasi wisata berbasis agrowisata.

Goa Putri Rambut Emas memiliki panjang 90 meter dengan lebar 5 hingga 12 meter, dan ketinggian mencapai 3 hingga 10 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter. 

Menurut Syarvawi yang juga sebagai ketua Pokdarwis Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga mengatakan, Goa ini dinamakan Putri Rambut Emas karena posisinya berada di Jalan Putri Rambut Mas. Goa ini keberadaanya sudah lama diketahui masyarakat dan hanya digunakan sebagai tempat mengambil pupuk dari  kotoran kelelawar yang banyak menggantung di langit-langit Goa. 

Penyuluh Kehutanan KPH Suligi Batu Gajah Mutohir, SP saat berkunjung kelokasi Goa Putri Rambut Emas mengungkapkan, untuk berkolaborasi dengan KPH masyarakat harus membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH), yang mérupakan salah satu wadah untuk kegiatan resmi bagi masyarakat. 

"Disini kita sebagai fasilitator, kami akan menerima masukan dari masyarakat, jika KTH sudah ada maka otomatis pengurusnya akan terbentuk dan ada yang bertanggung jawab, " Jelasnya. 

Ditambahkan Mutohir, koordinasi harus terus dilakukan secara intens untuk mengembangkan destinasi wisata yang baru seperti ini, pihak desa, kecamatan maupun pihak terkait lainnya. Agar destinasi wisata ini bisa berkembang serta dikemas lebih menarik dan unik lagi.

"Dengan adanya pariwisata ini akan dapat meningkatkan potensi alam, pemberdayaan masyarakat, Peningkatan ekonomi, dan pelestarian alam, serta dengan penataan goa ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, "pungkasnya.

Saat ini masyarakat setempat dan kalangan pemuda tengah memaksimalkan penataan goa, ada yang tengah dipersiapkan antara lain pembuatan akses jalan, pembuatan tangga menuju pintu masuk Goa. Warga setempat juga berencana menyiapkan sistem penerangan di sekitar gua, serta pembangunan beberapa spot selfie yang akan menjadi daya tarik bagi kalangan muda.

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut 

Foto Grafer: Taufik Hidayat, S. Hut 

Editor: Mutohir, SP


Kamis, 03 September 2020

PISAH SAMBUT ASN KPH SULIGI BATU GAJAH DIWARNAI SENYUM DAN KENANGAN INDAH


Pulau Gadang, KPH SBG - Acara pisah sambut ASN KPH Suligi Batu Gajah yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas baru. Kamis, 03 September 2020. Acara yang berlokasi di Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga, Unit XVII Muara Mahat ini dipandu oleh MC dari KPH Suligi Batu Gajah, Nurfiani, SP, MM.

Acara dibuka oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si selaku pembina dan pengarah acara menyampaikan bahwa perpisahan dengan 18 orang ASN yang terdiri dari 10 orang ASN mutasi ke tempat tugas yang baru dan 8 orang ASN memasuki masa purna, diwarnai dengan senyum dan kenangan indah, dan menyambut 3 orang ASN dengan semangat dan harapan baru. “Kami berdoa agar Bapak dan Ibu yang dapat lebih sukses di tempat kerja baru dan mohon maaf jika ada kesalahan selama saya jadi pemimpin disini," ujarnya.


Pada kesempatan berikutnya, H. Alwamen menyampaikan terima kasih kepada ASN yang mutasi dan masuk masa purna merupakan kepala seksi dan para staf yang luar biasa sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan oleh KPH Suligi Batu Gajah.

"Jangan pernah putus komunikasi untuk menjalin silahturahmi kita dan untuk membangun KPH kita untuk selanjuntya, " harapnya.

Menyambung sambutan H. Alwamen sebelumnya, Parma Yuniandra, S.Hut, M.Si yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala  Seksi Perlindungan Hutan dan KSDAE KPH Suligi Batu Gajah pada periode sebelumnya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada KPH Suligi Batu Gajah dan jajaran dengan mengadakan acara pisah sambut ini.


"Terimakasih kepada Kepala KPH Suligi Batu Gajah dan jajarannya, untuk acara hari ini dan untuk pelepasan kami-kami yang mutasi maupun memasuki masa purna," ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada 18 ASN yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas yang baru, dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Penulis : Taufik Hidayat, S.Hut,  Fotografer : Hendri Nofendri, S.Sos dan Ade Suryadi

Posting Populer