Jumat, 20 Juli 2018

MANTAP DUA DESA DI WILAYAH KPH SULIGI BATU GAJAH TELAH MEMBENTUK MPA

Kuok, 20 Juli 2018. Belum sampai 1 tahun beroperasi, namun ada dua desa yang termasuk dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah telah memiliki Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di Desa Rantau Merangin Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. MPA di Desa Rantau Merangin ini di bentuk oleh Manggala Agni.

Selain di Desa Rantau Merangin ada juga di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga memiliki MPA yang tergabung dalam Satuan Masyarakat Karlahut. MPA pada Kabupaten Rokan Hulu ini  tepatnya berada di Desa Kabun Kecamatan Kabun,  yang dibentuk oleh oleh Desa dan Kecamatan.

Dari sisi lain Kecamatan Kabun juga  merupakan daerah yang rawan konflik dan sengketa lahan, dan dari pantauan tim identifikasi KPH Suligi Batu Gajah beberapa waktu yang lalu, kawasan hutan di daerah ini juga beralih fungsi menjadi perkebunan karet dan perkebunan sawit yang merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik dan sengketa lahan. 

Kamis, 19 Juli 2018

TIM IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN KPH SULIGI BATU GAJAH TEMUKAN AIR TERJUN DAN GOA


Kabun 19 Juli 2018, Tim identifikasi potensi kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah melakukan identifikasi dg potensi kawasan, dan dari hasil identifikasi dijumpai air terjun dan goa yang masing-masing terletak di Desa Aliantan dan Desa Kabun yang berada pada unit XV Suligi termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Akses menuju air terjun cukup bagus dengan jarak tempuh dari kantor Kepala Desa Aliantan berkisar 26 km dan bisa ditempuh menggunakan roda 4. Namun pada 8 km akhir menuju air terjun, kondisi jalan hanya bisa dilewati oleh mobil jenis-jenis tertentu saja.

Air terjun yang berada di Desa Aliantan juga merupakan salah satu sumber air bersih PT. Padasa Enam Utama yang berbatasan lansung dengan wilayah KPH Suligi Batu Gajah, Unit XV Suligi.

Selain air terjun dan goa, salah satu destinasi wisata Unit XV Suligi ini yaitu Suligi Hill yang biasa juga disebut dengan negeri di atas awan. Tim identifikasi yang beranggotakan 9 orang ini tidak berhenti disitu saja, sesuai dengan Surat Perintah Tugas (SPT) dari Kepala KPH Suligi Batu Gajah.Perjalanan dilanjutkan ke Desa Silam Kecamatan Kuok dan  mengidentifikasi satu objek wisata keluarga yang bernama Andalus dengan sistem pengelolaan secara pribadi.

Kegiatan identifikasi potensi KPH Suligi Batu Gajah yang dilaksanakan selama 3 hari itu juga menemukan beberapa potensi-potensi Jasling lainnya yang juga bagus untuk dikembangkan,  dan diantaranya berada diluar kawasan KPH Suligi Batu Gajah.

Selasa, 10 Juli 2018

KPH SULIGI BATU GAJAH DAN WRI KERJASAMA MENYUSUN RPHJP


Bangkinang, Selasa 10 Juli 2018. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si memimpin rapat dalam rangaka kerjasama menyusun Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) antara KPH Suligi Batu Gajah dengan World Resources Institute (WRI), yang bertempat di Ruang Cendana Kantor KPH Suligi Batu Gajah. 

Dalam sambutan Kepala KPH Suligi Batu Gajah menyampaikan, dengan adanya kesepakatan kerjasama dengan WRI ini, nantinya bisa memicu semangat untuk KPH Suligi Batu Gajah dan dapat mendorong penyelesaian RPHJP. 

Dirinya berharap semoga RPHJP bisa segera rampung, dan KPH Suligi Batu Gajah bisa menjadi pioner, transeter dan dapat menjadi contoh KPH di Indonesia.

Rahmad Hidayat perwakilan dari WRI mengatakan, dalam kerjasama ini MOU sangat perlu dan pembentukan tim dalam penyusunan RPHJP sangat penting baik dari pihak KPH maupun dari WRI sendiri.

"Semua harus ada kesepakatan dari kita, dan metode apa yang kita gunakan untuk mengumpulkan data penyusunan RPHJP. Nantinya RPHJP ini bisa menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan, dan jangan hanya menjadi dokumen yang didiamkan saja"ungkap Ahmad.

Dirinya juga berharap, KPH Sulugi Batu Gajah bisa diterima oleh masyarakat, dengan didukung oleh potensi KPH yang sangat bagus seperti jasa lingkungan dan potensi-potensi lainnya KPH Suligi Batu Gajah bisa maju nantinya.

Peran kerjasama ini juga sebagai proses pembelajaran dari pihak WRI maupun dari KPH Suligi Batu Gajah. WRI berfungsi sebagai pengsuport untuk proses penyusunan, seperti survey lapangan, pengolahan data, analisis dan sebagainya.

Selain kerjasama penyusunan RPHJP, pihak WRI juga mengadakan pelatihan bagi tim penyusun RPHJP KPH Suligi Batu Gajah, hal ini dilakukan agar saat turun kelapangan tim bisa bekerja dengan baik. Nantinya setelah RPHJP siap tim RPHJP KPH Suligi Batu Gajah juga memiliki keahlian khusus untuk menunjang kinerja di KPH.

KPH SULIGI BATU GAJAH PRIORITASKAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SULIGI HILL


Bangkinang, 10 Juli 2018, KPH Suligi Batu Gajah banyak memiliki potensi jasa lingkungan salah satunya Suligi Hill. Untuk pengelolaannya KPH Suligi Batu Gajah berkomitmen dan memprioritaskan pengembangan objek wisata Suligi Hill, hal itu disampaikan oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut. MSi  saat menerima kunjungan Kepala Desa Aliantan M. Rois Zakaria, SE dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) The Care Teker di ruang kerjanya.

"Objek Wisata Suligi Hill "Negeri Diatas Awan" merupakan potensi jasa lingkungan dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah yang sangat berpotensi untuk di kelola, kita selalu mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat dalam pengelolaan jasa lingkungan yang berbentuk apapun yang penting hutan tetap lestari, dan untuk Suligi Hill kita akan prioritaskan pengelolaannya agar segera dikelola secara maksimal", jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Aliantan juga berkomitmen ingin mengembangkan objek Wisata Suligi Hill, sebagai bentuk komitmen itu pihaknya akan menggunakan Dana Desa (ADD) sebesar Rp 350 juta untuk anggaran pengembangan Wisata Suligi Hill.


"Kita Pemerintah Desa Aliantan bersama Pokdarwis The Care Teker, berencana menganggarkan ADD sekitar Rp 350 juta untuk pengembangan objek wisata Desa Aliantan di kawasan Hutan Lindung. Sebelum digunakan dana tersebut, kita berkoordinasi dengan KPH Suligi Batu Gajah, agar nantinya tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan ADD,” ungkap Kades Aliantan.

Objek Wisata Suligi Hill yang biasa disebut "Negeri Diatas Awan”. memiliki tinggi 812 Meter di atas Permukaan Laut (MPDL) saat ini sudah dikenal oleh banyak kalangan, bukan hanya terkenal di tingkat regional dan nasional bahkan Internasional seperti pengunjung dari Negeri Jiran Malaysia. 

Bukit Suligi tak hanya menawarkan indahnya pemandangan alam dari ketinggian. Namun ada juga sebelas air terjun dan sebelas goa di sekitar kawasan Bukit Suligi Hill. Satu diantaranya Goa Garuda. Dinding goa Garuda terdapat ukiran batu berbentuk burung garuda, konon dulunya goa ini dijadikan tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan.

Posting Populer