Selasa, 15 Mei 2018

SAMBUT RAMADHAN 1439 H, KPH SULIGI - BATU GAJAH UNDANG USTADZ H. SYAFRIZAL, S.Ag, MSy


Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1439 H, KPH - Suligi Batu Gajah mengadakan acara silaturrahmi antara pimpinan, staf dan Bakti Rimbawan, di Mushollah Al - Iklas KPH Suligi - Batu Gajah, Senin (14/05/2018).

Acara silaturrahmi ini juga turut mengundang Ustadz H. Syafrizal, S.Ag, MSy yang akrap disapa dengan Ustadz Tompel, untuk menyampaian tausiah agama pada acara tersebut.

Dalam sambutannya Kepala KPH Suligi - Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut M.Si menyampaikan, "Terimakasih kepada ASN dan Bakti Rimbawan bisa turut hadir di acara ini, dan semoga dengan acara ini bisa mempererat tali silaturrahmi antara kita," ujarnya.

Selain itu, berkaitan dengan datangnya bulan Ramadhan Alwamen mengajak ASN dan Bakti Rimbawan saling memaafkan. Selama ini mungkin banyak kekhilafan dan kesalahan yang sengaja maupun yang tidak sengaja.

"Memang dalam aktifitas sehari-hari kita sering berbuat kesalahan, dengan datangnya bulan penuh berkah ini mari kita saling memaafkan atas kesalahan yang pernah kita perbuat", ungkapnya.


Sementara itu Ustadz Syafrizal dalam tausiahnya menyampaikan, dalam kehidupan haruslah selalu nenjaga lidah dan hati.

"Kata-kata yang kita ucapkan dengan lidah, mungkin biasa menurut kita akan tetapi menurut lawan bicara kita itu bukan hal yang biasa. Maka kita harus menjaga lidah," terangnya.

Dijelaskannya, tidak hanya lidah, hati pun juga harus dijaga, kalau hati sudah tidak bisa dijaga maka akan bisa menjadi penyakit yang dapat menyelimuti tubuh.

"Hati merupakan daging kecil yang ada didalam diri kita haruslah selalu bersih, agar tidak menjadi penyakit. Salah satu contoh penyakit hati ini yaitu tidak bisa melihat orang senang dan tidak boleh orang lebih dari dirinya," tutur Ustadz Tompel dengan nada kocaknya.

Ustadz Tompel juga menghimbau, sebelum datangnya bulan Puasa mari bersama-sama saling bermaafan, dan semoga segala ibadah dan puasa kita nantinya diterima oleh ALLAH SWT.


Usai mendengarkan tausyiah Ustazd Tompel, dilanjutkan dengan membaca doa dan diakhiri dengan saling berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan.

Jumat, 11 Mei 2018

IKA FAPERIKA UR DAN IKA PASCA SARJANA LINGKUNGAN HIDUP UR GANDENG KPH SULIGI - BATU GAJAH TANAM POHON DAN RESTOKING BIBIT IKAN ENDEMIK DI WADUK PLTA KOTO PANJANG


Pulau Gadang, KPH SBG - Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (IKA FAPERIKA) Universitas Riau (UR) dan IKA Pasca Sarjana Lingkungan Hidup Unri menggandeng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi - Batu Gajah untuk menanam pohon dan restoking bibit ikan endemik, seperti ikan Patin dan ikan Baung.

Acara ini digelar di Tepian Mahligai, waduk PLTA Koto Panjang, Desa Pulau Gadang. Kamis (10/05/2018).

Dalam acara ini turut hadir Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Kadis Perikanan dan Kelautan provinsi Riau, Rektor Unri, Kepala Desa Pulau Gadang dll.

Ketua IKA UR Ahmad Hijazi yang juga menjabat sebagai Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat oleh masyarakat.


Kegiatan seperti ini juga dapat mendukung program pemerintah Provinsi Riau, diantaranya pembangunan desa, sosial ekonomi dan budaya.

Sekda menuturkan, bahwa Kawasan waduk PLTA Koto Panjang mempunyai potensi untuk pengembangan objek wisata dan ini bisa menjadi salah satu  tujuan wisatawan di Riau.

"Kita masyarakat Riau kekurangan tempat wisata, jika Ulu Kasok, Cubodak Hill, Tepian Mahligai dan potensi lainnya yang berada di kawasan waduk PLTA Koto Panjang bisa dikembangkan lagi ini akan menjadi destinasi wisata di Riau," katanya.

Ketua IKA UR ini mengajak isntansi lain untuk bisa bekerja sama, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan dan Dinas Pariwisata serta instansi lain, maupun IKA lainnya juga ikut menggelar kegiatan yang bermanfaat.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Erfin Rizaldi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang yang secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kawasan di sekitar waduk PLTA Koto Panjang ini berada dalam kawasan UPT KPH Suligi - Batu Gajah dan agar semua aktifitas bisa legal kita menyarankan supaya semua aktifitas yang ada dalam kawasan hutan harap melapor dan mengurus izinnya" ujarnya.

Dinas LHK Provinsi Riau sangat tertarik dengan potensi jasa lingkungan yang ada di sekitar Waduk PLTA Koto Panjang. Untuk pengembangan dan menggali potensi itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk pengembangan potensi wisata di kawasan waduk PLTA Koto Panjang.


Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang Abdul Razak mengapresiasi dan sangat berbangga hati dengan adanya acara ini, dan ia juga ingin dibantu dalam pengembangan objek wisata yang ada di Desa Pulau Gadang. Dengan adanya objek wisata ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Setelah penanaman pohon dan restoking bibit ikan dilanjutkan dengan pembagian bibit buah-buahan dan bibit ikan kepada masyarakat yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

Jumat, 04 Mei 2018

MEDIASI MERUPAKAN SALAH SATU SOLUSI 176 KONFLIK KAWASAN HUTAN DI RIAU


Pekanbaru, KPH SBG - Riau memiliki Hutan yang sangat luas, namun disayangkan terdapat 176 Konflik kawasan hutan yang harus segera diselesaikan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Ervin Rizaldi, saat membuka acara sosialisasi penanganan konflik tenurial dan hutan adat di Provinsi Riau, Kamis (26/04/2018), di Alpha Hotel Pekanbaru.

Selanjutnya Kepala DLHK Riau menyebutkan, solusi untuk mengatasi konflik kawasan hutan yang terus berlanjut ini dengan cara mediasi, Perhutanan Sosial serta dengan penegakan hukum.  



Farma Yuniandra sebagai Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, UPT KPH Suligi Batu Gajah juga turut hadir pada acara tersebut bersama 30 peserta lainnya yang berasal dari berbagai instasi terkait lainnya, seperti Badan Kesbangpol se-Prov Riau,  UPT KPH se-Prov Riau, BPKH dan BPHP. Selain itu juga turut hadir perusahaan HPH dan HTI se-Prov Riau. 

Narasumber atau pembicara pada acara sosialisasi ini adalah Dirjen PSKL, Dirjen Gakkum, BPHP dan UIN Sultan Syarif Khasim Pekanbaru. 

Untuk mengatasi konflik pada kawasan hutan, Kementerian LHK juga akan mengadakan pelatihan mediator, paralegal, asesor, PPNS yang bisa diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPH, yang bertujuan untuk memudahkan penyelesaian konflik nantinya.

Posting Populer