Jumat, 11 Mei 2018

IKA FAPERIKA UR DAN IKA PASCA SARJANA LINGKUNGAN HIDUP UR GANDENG KPH SULIGI - BATU GAJAH TANAM POHON DAN RESTOKING BIBIT IKAN ENDEMIK DI WADUK PLTA KOTO PANJANG


Pulau Gadang, KPH SBG - Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (IKA FAPERIKA) Universitas Riau (UR) dan IKA Pasca Sarjana Lingkungan Hidup Unri menggandeng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi - Batu Gajah untuk menanam pohon dan restoking bibit ikan endemik, seperti ikan Patin dan ikan Baung.

Acara ini digelar di Tepian Mahligai, waduk PLTA Koto Panjang, Desa Pulau Gadang. Kamis (10/05/2018).

Dalam acara ini turut hadir Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Kadis Perikanan dan Kelautan provinsi Riau, Rektor Unri, Kepala Desa Pulau Gadang dll.

Ketua IKA UR Ahmad Hijazi yang juga menjabat sebagai Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat oleh masyarakat.


Kegiatan seperti ini juga dapat mendukung program pemerintah Provinsi Riau, diantaranya pembangunan desa, sosial ekonomi dan budaya.

Sekda menuturkan, bahwa Kawasan waduk PLTA Koto Panjang mempunyai potensi untuk pengembangan objek wisata dan ini bisa menjadi salah satu  tujuan wisatawan di Riau.

"Kita masyarakat Riau kekurangan tempat wisata, jika Ulu Kasok, Cubodak Hill, Tepian Mahligai dan potensi lainnya yang berada di kawasan waduk PLTA Koto Panjang bisa dikembangkan lagi ini akan menjadi destinasi wisata di Riau," katanya.

Ketua IKA UR ini mengajak isntansi lain untuk bisa bekerja sama, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan dan Dinas Pariwisata serta instansi lain, maupun IKA lainnya juga ikut menggelar kegiatan yang bermanfaat.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Erfin Rizaldi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang yang secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kawasan di sekitar waduk PLTA Koto Panjang ini berada dalam kawasan UPT KPH Suligi - Batu Gajah dan agar semua aktifitas bisa legal kita menyarankan supaya semua aktifitas yang ada dalam kawasan hutan harap melapor dan mengurus izinnya" ujarnya.

Dinas LHK Provinsi Riau sangat tertarik dengan potensi jasa lingkungan yang ada di sekitar Waduk PLTA Koto Panjang. Untuk pengembangan dan menggali potensi itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk pengembangan potensi wisata di kawasan waduk PLTA Koto Panjang.


Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang Abdul Razak mengapresiasi dan sangat berbangga hati dengan adanya acara ini, dan ia juga ingin dibantu dalam pengembangan objek wisata yang ada di Desa Pulau Gadang. Dengan adanya objek wisata ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Setelah penanaman pohon dan restoking bibit ikan dilanjutkan dengan pembagian bibit buah-buahan dan bibit ikan kepada masyarakat yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Populer