Kamis, 08 November 2018

BERSAMA MASYARAKAT KPH SULIGI BATU GAJAH SIAPKAN 4200 ha LAHAN RHL SISTEM AGROFORESTRY DAN BISNIS


Bangkinang KPH SBG - Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si, memimpin rapat bulanan dan evaluasi kegiatan KPH,  di aula Cendana KPH Suligi Batu Gajah, Kamis (08/10/2018). Dikesempatan itu dirinya menyampaikan, kawasan dengan luas 4200 ha direncanakan untuk kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) akan dibangun dengan sistem agrogorestry dan menjadi lahan bisnis bagi KPH yang melibatkan masyarakat secara lansung.

"Kegiatan RHL yang dilaksanakan tahun 2019 nanti akan kita bentuk dengan sistem agroforestry, sekarang kita cari informasi, kita kumpulkan  aspirasi  masyarakat tanaman apa yang diinginkan masyarakat, tapi dikelola dengan sistem agroforestry sehingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan sebelum tanaman pokok dapat dipanen", ungkapnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, sistem agroforestry ini nantinya bisa juga dijadikan bisnis, sehingga KPH memiliki produk yang bisa dipasarkan dengan tujuan KPH mandiri, masyarakat sejahtera dan hutan tetap lestari.

"Kalau ingin KPH mandiri harus ada bisnisnya, ada produknya, untuk menciptakan itu kita harus berfikir bagaimana menciptakan itu. Semoga dengan sistim agroforestry pada areal RHL kita bisa menjadi langkah awal untuk memulai bisnis kita," harapnya.

Kepala KPH Suligu Batu Gajah juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan ASN, Bakti Rimbawan, dan THL karena selama ini saling memberikan suport . Selain evaluasi kegiatan KPH, rapat bulanan ini juga sebagai wadah menjalin persaudaraan sesama pegawai serta tempat berbagi informasi, saling memberi masukan, menasehati dan saling mengingatkan jika ada kesalahan.
<

JALAN SEHAT UNTUK MENJAGA KEBUGARAN DAN SEBAGAI WUJUD KEBERSAMAAN


Bangkinang KPH SBG - Jalan sehat merupakan kegiatan rutin Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah (SBG) setiap Kamis pagi. Setelah apel pagi di halaman kantor KPH SBG, dilanjutkan dengan jalan sehat bersama mengelilingi Kota Bangkinang yang diikuti oleh unsur pimpinan, pejabat struktural fungsional, dan Bakti Rimbawan, serta seluruh komponen keluarga besar KPH SBG.

Kegiatan jalan sehat bersama tersebut dimulai pukul 07.30 WIB, disambut dengan sangat antusias oleh seluruh peserta. Selesai melaksanakan jalan sehat bersama, Kepala KPH SBG, H. Alwamen, S.Hut. M.Si menyampaikan, bahwa kegiatan jalan sehat bersama  bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran serta menjalin kebersamaan sekaligus sebagai ajang silahturakhim bagi keluarga besar KPH SBH. Setelah jalan sehat,  dilanjutkan dengan makan bersama kemudian dilanjutkan aktivitas kantor seperti biasanya.

Rabu, 24 Oktober 2018

RAPAT PERSIAPAN PEMBAHASAN DRAF RPHJP UNIT XVII MUARA MAHAT




Bangkinang, 24 Oktober 2018. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah mengadakan rapat  persiapan pembahasan draf Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) Unit  XVII Muara Mahat, di Aula Gaharu KPH Suligi Batu Gajah.

Rapat kali ini membahas beberapa draf RPHJP Unit XVII Muara Mahat yang akan diusulkan tim RPHJP KPH Suligi Batu Gajah pada rapat pembahasan RPHJP di Kota Pekanbaru besok (Kamis,red), bersama pihak terkait lainnya yang turut ikut mendukung penyusunan  RPHJP.

"Untuk menghadiri rapat itu, kita  harus mempelajari draf RPHJP dan draf kegiatan prioritas kita. Ini merupakan salah satu strategi  untuk menyusun langkah kita dalam mengelola potensi-potensi kawasan yang kita miliki," Ujar Alwamen, S.Hut, M.Si,  Kepala KPH Suligi Batu Gajah saat sambutannya dalam acara tersebut.

Dirinya mengingatkan, RPHJP ini merupakan pedoman dalam melaksakan kegiatan KPH untuk 10 tahun kedepan. Bagi tim penyusun agar membuat RPHJP sebaik mungkin agar visi misi KPH bisa tercapai yaitu KPH mandiri masyarakat sejahtera, dan hutan lestari.

Rapat ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Amperizal, SP, Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat Farma Yuniandra, S.Hut, M.Si,  dan ASN, serta Bakti Rimbawan.


Rapat ini juga memaparkan beberapa kegiatan strategi dalam draf, pada tahun pertamanya difokuskan pada identivikasi dan inventarisasi potensi kawasan KPH Suligi Batu Gajah. Rapat juga membahas susunan draf agar sinkronisasi dengan potensi kawasan, salah satunya pengembangan Objek Wisata Ulu Kasok.

Jumat, 20 Juli 2018

MANTAP DUA DESA DI WILAYAH KPH SULIGI BATU GAJAH TELAH MEMBENTUK MPA

Kuok, 20 Juli 2018. Belum sampai 1 tahun beroperasi, namun ada dua desa yang termasuk dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah telah memiliki Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di Desa Rantau Merangin Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. MPA di Desa Rantau Merangin ini di bentuk oleh Manggala Agni.

Selain di Desa Rantau Merangin ada juga di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga memiliki MPA yang tergabung dalam Satuan Masyarakat Karlahut. MPA pada Kabupaten Rokan Hulu ini  tepatnya berada di Desa Kabun Kecamatan Kabun,  yang dibentuk oleh oleh Desa dan Kecamatan.

Dari sisi lain Kecamatan Kabun juga  merupakan daerah yang rawan konflik dan sengketa lahan, dan dari pantauan tim identifikasi KPH Suligi Batu Gajah beberapa waktu yang lalu, kawasan hutan di daerah ini juga beralih fungsi menjadi perkebunan karet dan perkebunan sawit yang merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik dan sengketa lahan. 

Kamis, 19 Juli 2018

TIM IDENTIFIKASI POTENSI KAWASAN KPH SULIGI BATU GAJAH TEMUKAN AIR TERJUN DAN GOA


Kabun 19 Juli 2018, Tim identifikasi potensi kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah melakukan identifikasi dg potensi kawasan, dan dari hasil identifikasi dijumpai air terjun dan goa yang masing-masing terletak di Desa Aliantan dan Desa Kabun yang berada pada unit XV Suligi termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Akses menuju air terjun cukup bagus dengan jarak tempuh dari kantor Kepala Desa Aliantan berkisar 26 km dan bisa ditempuh menggunakan roda 4. Namun pada 8 km akhir menuju air terjun, kondisi jalan hanya bisa dilewati oleh mobil jenis-jenis tertentu saja.

Air terjun yang berada di Desa Aliantan juga merupakan salah satu sumber air bersih PT. Padasa Enam Utama yang berbatasan lansung dengan wilayah KPH Suligi Batu Gajah, Unit XV Suligi.

Selain air terjun dan goa, salah satu destinasi wisata Unit XV Suligi ini yaitu Suligi Hill yang biasa juga disebut dengan negeri di atas awan. Tim identifikasi yang beranggotakan 9 orang ini tidak berhenti disitu saja, sesuai dengan Surat Perintah Tugas (SPT) dari Kepala KPH Suligi Batu Gajah.Perjalanan dilanjutkan ke Desa Silam Kecamatan Kuok dan  mengidentifikasi satu objek wisata keluarga yang bernama Andalus dengan sistem pengelolaan secara pribadi.

Kegiatan identifikasi potensi KPH Suligi Batu Gajah yang dilaksanakan selama 3 hari itu juga menemukan beberapa potensi-potensi Jasling lainnya yang juga bagus untuk dikembangkan,  dan diantaranya berada diluar kawasan KPH Suligi Batu Gajah.

Selasa, 10 Juli 2018

KPH SULIGI BATU GAJAH DAN WRI KERJASAMA MENYUSUN RPHJP


Bangkinang, Selasa 10 Juli 2018. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si memimpin rapat dalam rangaka kerjasama menyusun Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) antara KPH Suligi Batu Gajah dengan World Resources Institute (WRI), yang bertempat di Ruang Cendana Kantor KPH Suligi Batu Gajah. 

Dalam sambutan Kepala KPH Suligi Batu Gajah menyampaikan, dengan adanya kesepakatan kerjasama dengan WRI ini, nantinya bisa memicu semangat untuk KPH Suligi Batu Gajah dan dapat mendorong penyelesaian RPHJP. 

Dirinya berharap semoga RPHJP bisa segera rampung, dan KPH Suligi Batu Gajah bisa menjadi pioner, transeter dan dapat menjadi contoh KPH di Indonesia.

Rahmad Hidayat perwakilan dari WRI mengatakan, dalam kerjasama ini MOU sangat perlu dan pembentukan tim dalam penyusunan RPHJP sangat penting baik dari pihak KPH maupun dari WRI sendiri.

"Semua harus ada kesepakatan dari kita, dan metode apa yang kita gunakan untuk mengumpulkan data penyusunan RPHJP. Nantinya RPHJP ini bisa menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan, dan jangan hanya menjadi dokumen yang didiamkan saja"ungkap Ahmad.

Dirinya juga berharap, KPH Sulugi Batu Gajah bisa diterima oleh masyarakat, dengan didukung oleh potensi KPH yang sangat bagus seperti jasa lingkungan dan potensi-potensi lainnya KPH Suligi Batu Gajah bisa maju nantinya.

Peran kerjasama ini juga sebagai proses pembelajaran dari pihak WRI maupun dari KPH Suligi Batu Gajah. WRI berfungsi sebagai pengsuport untuk proses penyusunan, seperti survey lapangan, pengolahan data, analisis dan sebagainya.

Selain kerjasama penyusunan RPHJP, pihak WRI juga mengadakan pelatihan bagi tim penyusun RPHJP KPH Suligi Batu Gajah, hal ini dilakukan agar saat turun kelapangan tim bisa bekerja dengan baik. Nantinya setelah RPHJP siap tim RPHJP KPH Suligi Batu Gajah juga memiliki keahlian khusus untuk menunjang kinerja di KPH.

KPH SULIGI BATU GAJAH PRIORITASKAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA SULIGI HILL


Bangkinang, 10 Juli 2018, KPH Suligi Batu Gajah banyak memiliki potensi jasa lingkungan salah satunya Suligi Hill. Untuk pengelolaannya KPH Suligi Batu Gajah berkomitmen dan memprioritaskan pengembangan objek wisata Suligi Hill, hal itu disampaikan oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut. MSi  saat menerima kunjungan Kepala Desa Aliantan M. Rois Zakaria, SE dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) The Care Teker di ruang kerjanya.

"Objek Wisata Suligi Hill "Negeri Diatas Awan" merupakan potensi jasa lingkungan dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah yang sangat berpotensi untuk di kelola, kita selalu mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat dalam pengelolaan jasa lingkungan yang berbentuk apapun yang penting hutan tetap lestari, dan untuk Suligi Hill kita akan prioritaskan pengelolaannya agar segera dikelola secara maksimal", jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Aliantan juga berkomitmen ingin mengembangkan objek Wisata Suligi Hill, sebagai bentuk komitmen itu pihaknya akan menggunakan Dana Desa (ADD) sebesar Rp 350 juta untuk anggaran pengembangan Wisata Suligi Hill.


"Kita Pemerintah Desa Aliantan bersama Pokdarwis The Care Teker, berencana menganggarkan ADD sekitar Rp 350 juta untuk pengembangan objek wisata Desa Aliantan di kawasan Hutan Lindung. Sebelum digunakan dana tersebut, kita berkoordinasi dengan KPH Suligi Batu Gajah, agar nantinya tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan ADD,” ungkap Kades Aliantan.

Objek Wisata Suligi Hill yang biasa disebut "Negeri Diatas Awan”. memiliki tinggi 812 Meter di atas Permukaan Laut (MPDL) saat ini sudah dikenal oleh banyak kalangan, bukan hanya terkenal di tingkat regional dan nasional bahkan Internasional seperti pengunjung dari Negeri Jiran Malaysia. 

Bukit Suligi tak hanya menawarkan indahnya pemandangan alam dari ketinggian. Namun ada juga sebelas air terjun dan sebelas goa di sekitar kawasan Bukit Suligi Hill. Satu diantaranya Goa Garuda. Dinding goa Garuda terdapat ukiran batu berbentuk burung garuda, konon dulunya goa ini dijadikan tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan.

Kamis, 28 Juni 2018

PROFIL KPH SULIGI BATU GAJAH


Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi-Batu Gajah adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau. Kantor KPH Suligi - Batu Gajah beralamat di Jalan Letnan Boyak No. 7 Bangkinang. 

Susunan organisasi KPH Suligi - Batu Gajah terdiri atas:
Kepala KPH Suligi - Batu Gajah: Dendy Saputra, SH. MSi. 
Sub Bagian Tata Usaha: Sahrul Jalaluddin, SE. MSi. 
Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan: Ali Ejer, S.Hut. 
Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat: Zulfahmi, AR. S.Hut. 
Fungsional umum sebanyak 20 orang, Polisi Kehutanan sebanyak 6 orang,
Penyuluh Kehutanan sebanyak 3 orang,
Bakti Rimbawan sebanyak 5 orang dan THL sebanyak 1 orang. Secara keseluruhan jumlah staf KPH Suligi - Batu Gajah sebanyak 34 orang.

KPH Suligi-Batu Gajah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Riau Nomor 52 Tahun 2017 tanggal  7 November 2017 merupakan UPT KPH dengan luas wilayah 120.219,42 Ha, terdiri dari 3 Unit yaitu Unit XV Batu Gajah - Libo dengan luas 33.544,52 Ha , Unit XVI Suligi dengan luas 59.344,90 Ha dan Unit XVII Muara Mahat dengan luas 27.330,00 Ha. 

Wilayah KPH Suligi - Batu Gajah secara administratif terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Kabupaten Kampar terdiri dari 8 kecamatan dan 47 desa serta Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 6 kecamatan dengan 30 desa. Sedangkan berdasarkan posisi geografis, KPH Suligi - Batu Gajah terletak antara 0o10’ 00” LU - 1o5’00’’ LU, 100o10’00’’ BT – 101o15’00’’ BT. Berdasarkan wilayah pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), KPH Suligi Batu Gajah termasuk ke dalam DAS Kampar dan DAS Rokan.


Batas-batas Wilayah KPH Suligi Batu Gajah  adalah sebagai berikut : 
Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis
Sebelah selatan berbatasan dengan KPH Kampar Kiri
Sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat 
Sebelah timur berbatasan dengan Kota Pekanbaru

Berdasarkan PP No. 6  tahun  2007 jo PP No. 3 tahun 2008 pasal 9 ayat 1 organisasi KPH mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan pengelolaan hutan yang meliputi :
a. tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan
b. Pemanfaatan hutan
c. Penggunaan kawasan hutan
d. Rehabilitasi hutan dan reklamasi; dan
e. Perlindungan hutan dan konservasi alam.

2. Menjabarkan kebijakan kehutanan nasional, provinsi dan kabupaten/kota bidang kehutanan untuk diimplementasikan;

3. Melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan diwilayahnya mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan serta pengendalian 

4. Melaksanakan pemantauan dan penilaian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan hutan di wilayahnya

5. Membuka peluang investasi untuk mendukung tercapainya tujuan pengelolaan hutan.

Kondisi topografi KPH Suligi Batu Gajah sebagian besar merupakan daerah perbukitan di sepanjang Bukit Barisan rata-rata 20 s/d 500 m dpl, kelembaban nisbi 78% - 94%, dengan curah hujan rata-rata 285 mili meter per tahun. Pada umumnya struktur tanah adalah organosol, gleihumus, alluvial, podsolik merah kuning, litosol dan regosol. 

Vegetasi di wilayah KPH Suligi Batu Gajah tergolong hutan alam primer, dengan kerapatan sedang sampai tinggi. Tipe hutan yang mendominasi merupakan hutan hujan tropis dataran rendah sampai dataran tinggi dengan jenis dominan Shorea spp, dipterocarpus dan berbagai jenis hutan hujan tropis lainnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi hutan di KPH Suligi Batu Gajah, dari 21 plot yang diletakkan di blok inti, blok perlindungan, blok pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam, blok pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman, dan blok pemanfaatan, maka diperoleh data:  147 jenis pohon, volume tertinggi yaitu jenis Meranti (169,80 m³/ha), volume terkecil yaitu jenis trembesi (0,15 m³/ha), jumlah keseluruhan pohon sebanyak 4.338 dengan volume 4.096,99 m³.

Dari hasil analisis data, diperoleh rata-rata volume pohon per hektar adalah 80,36 m³/ha. Luas penutupan lahan hutan lahan kering primer dan hutan lahan kering sekunder sebesar 86.527 ha dan 7.091 ha. Dugaan potensi hasil hutan kayu alam keseluruhan KPH Suligi Batu Gajah sebesar 11.594.440,45 m³.

Berdasarkan pengamatan dilapangan dan informasi dari masyarakat, jenis fauna yang terdapat di Kawasan KPH Suligi Batu Gajah, yaitu Pelanduk, Babi Hutan, Monyet, Beruang, Harimau, Ular, Landak, Musang dan fauna lainnya. Diantaranya merupakan satwa langka seperti Pelanduk, Beruang dan Harimau.

Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) KPH Suligi Batu Gajah seperti:

1. Jernang berada di desa Cipang Kiri Hilir,  Cipang Kiri Hulu,  Pendakian,  Tibawan,  Alahan (KecamatanRokan IV Koto).
2. Madu dari lebah Trigona (lebah budidaya) di desa Sipungguk (Kecamatan Salo)
3. Madu hutan yang biasa disebut dengan madu pohon sialang, di desa Ranah Sungkai (Kecamatan XIII Koto Kampar) dan desa Koto Ranah (Kecamatan Kabun)
4. Damar di desa Koto Tuo (Kecamatan XIII Koto Kampar) dan Desa Suberuang, Bandur Picak (Kecamatan Koto Kampar Hulu)

Potensi jasa lingkungan yang terdapat dalam kawasan KPH Suligi Batu Gajah cukup banyak seperti:
1. Air Terjun Panisan
Air terjun Panisan memiliki tiga tingkat tiap tingkatnya memiliki tinggi yang berbeda, tingkat pertama tinggi 25 m, tingkat kedua 30 m dan yang ketiga 7 m. Air terjun ini berada di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. 
2. Air terjun Gulamo dan Sungai Gulamo di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar


3. ‎Suligi Hill/ Negri diatas awan Desa Aliantan Kecamatan Kabun


4. ‎Panorama Alam Ulu Kasok Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar


5. ‎Goa Garuda Desa Tandun Kecamatan Tandun
6. ‎Pemandian Air Panas, dan masih banyak lagi potensi lain yang masih belum teridentifikasi.

Jumat, 22 Juni 2018

INILAH TRADISI KPH SULIGI BATU GAJAH SETELAH LIBUR PUASA

Bangkinang, 22 Juni 2018. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah mempunyai tradisi khusus di setiap libur hari Raya Idul Fitri, tradisi ini adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukan usai lebaran. Walau sudah ganti nama instansi dan peralihan pimpinan tapi tradisi ini masih tetap berlanjut hingga sekarang, kegiatan seperti ini juga mendapat dukungan penuh dari H. Alwamen, S.Hut, M.Si Kepala KPH Suligi Batu Gajah.

Tradisi KPH Suligi Batu Gajah setelah libur puasa:

1.Berjabat tangan dan saling bermaafkan, Minail aidil wal faizin mohon maaf lahir bathin.


2. ‎Setiap pegawai KPH Suligi Batu Gajah mengundang open house suatu bentuk bina silaturahmi.






Kamis, 21 Juni 2018

PASCA LIBUR IDUL FITRI 1439 H ASN KPH SULIGI BATU GAJAH TETAP DISIPLIN MASUK KANTOR



Bangkinang, Kamis 21 Juni 2018. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si lansung menjadi pembina apel pagi pasca libur hari raya Idul Fitri 1439 H dan juga mengabsen kehadiran setiap pegawai di KPH Suligi Batu Gajah. Apel pagi di halaman kantor KPH Suligi Batu Gajah ini juga merupakan agenda rutin setiap pagi sebelum melakukan aktifitas kerja di KPH Suligi Batu Gajah. Walau pun hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, namun kedisiplinan ASN dan Bakti Rimbawan tetap terjaga, hal ini dilihat dari tingkat kehadiran hampir mencapai 100%.

Kepala KPH Suligi Batu Gajah sangat mengapresiasi kedisiplinan pegawai KPH Suligi Batu Gajah, sebab hampir seluruh pegawai KPH Suligi Batu Gajah hadir pada hari pertama masuk kerja, kecuali yang berhalangan hadir dengan keterangan yang jelas.

"Kedisiplinan seperti ini harus kita pertahankan dan juga harus kita tingkatkan pada hari-hari berikutnya," katanya.

Diwaktu yang sama ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Ir. Ervin Rizaldi, MH yang mengatakan bahwa jika ASN yang masih bolos masuk kantor atau yang masih memperpanjang libur lebaran maka akan ditindak tegas sesuai peraturan yang ada.

"Pagi ini Kepala Dinas LHK Provinsi Riau beserta ASN lingkup Dinas LHK dan instansi lainnya juga mengikuti apel di halaman Kantor Gubernur Riau, jadi absensi kehadiran kita juga akan dikirimkan ke Dinas LHK Privinsi Riau" tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala KPH Suligi Batu Gajah juga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala amal yang dikerjakan bulan puasa yang lalu diterima oleh Allah SWT.

Sebelum apel pagi dibubarkan  dilanjutkan dengan saling berjabatan tangan dan saling bermaafkan yang juga dapat mempererat tali silahturrahmi sesama pegawai di lingkungan KPH Suligi Batu Gajah.
  

Selasa, 15 Mei 2018

SAMBUT RAMADHAN 1439 H, KPH SULIGI - BATU GAJAH UNDANG USTADZ H. SYAFRIZAL, S.Ag, MSy


Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1439 H, KPH - Suligi Batu Gajah mengadakan acara silaturrahmi antara pimpinan, staf dan Bakti Rimbawan, di Mushollah Al - Iklas KPH Suligi - Batu Gajah, Senin (14/05/2018).

Acara silaturrahmi ini juga turut mengundang Ustadz H. Syafrizal, S.Ag, MSy yang akrap disapa dengan Ustadz Tompel, untuk menyampaian tausiah agama pada acara tersebut.

Dalam sambutannya Kepala KPH Suligi - Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut M.Si menyampaikan, "Terimakasih kepada ASN dan Bakti Rimbawan bisa turut hadir di acara ini, dan semoga dengan acara ini bisa mempererat tali silaturrahmi antara kita," ujarnya.

Selain itu, berkaitan dengan datangnya bulan Ramadhan Alwamen mengajak ASN dan Bakti Rimbawan saling memaafkan. Selama ini mungkin banyak kekhilafan dan kesalahan yang sengaja maupun yang tidak sengaja.

"Memang dalam aktifitas sehari-hari kita sering berbuat kesalahan, dengan datangnya bulan penuh berkah ini mari kita saling memaafkan atas kesalahan yang pernah kita perbuat", ungkapnya.


Sementara itu Ustadz Syafrizal dalam tausiahnya menyampaikan, dalam kehidupan haruslah selalu nenjaga lidah dan hati.

"Kata-kata yang kita ucapkan dengan lidah, mungkin biasa menurut kita akan tetapi menurut lawan bicara kita itu bukan hal yang biasa. Maka kita harus menjaga lidah," terangnya.

Dijelaskannya, tidak hanya lidah, hati pun juga harus dijaga, kalau hati sudah tidak bisa dijaga maka akan bisa menjadi penyakit yang dapat menyelimuti tubuh.

"Hati merupakan daging kecil yang ada didalam diri kita haruslah selalu bersih, agar tidak menjadi penyakit. Salah satu contoh penyakit hati ini yaitu tidak bisa melihat orang senang dan tidak boleh orang lebih dari dirinya," tutur Ustadz Tompel dengan nada kocaknya.

Ustadz Tompel juga menghimbau, sebelum datangnya bulan Puasa mari bersama-sama saling bermaafan, dan semoga segala ibadah dan puasa kita nantinya diterima oleh ALLAH SWT.


Usai mendengarkan tausyiah Ustazd Tompel, dilanjutkan dengan membaca doa dan diakhiri dengan saling berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan.

Jumat, 11 Mei 2018

IKA FAPERIKA UR DAN IKA PASCA SARJANA LINGKUNGAN HIDUP UR GANDENG KPH SULIGI - BATU GAJAH TANAM POHON DAN RESTOKING BIBIT IKAN ENDEMIK DI WADUK PLTA KOTO PANJANG


Pulau Gadang, KPH SBG - Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (IKA FAPERIKA) Universitas Riau (UR) dan IKA Pasca Sarjana Lingkungan Hidup Unri menggandeng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi - Batu Gajah untuk menanam pohon dan restoking bibit ikan endemik, seperti ikan Patin dan ikan Baung.

Acara ini digelar di Tepian Mahligai, waduk PLTA Koto Panjang, Desa Pulau Gadang. Kamis (10/05/2018).

Dalam acara ini turut hadir Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Kadis Perikanan dan Kelautan provinsi Riau, Rektor Unri, Kepala Desa Pulau Gadang dll.

Ketua IKA UR Ahmad Hijazi yang juga menjabat sebagai Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat oleh masyarakat.


Kegiatan seperti ini juga dapat mendukung program pemerintah Provinsi Riau, diantaranya pembangunan desa, sosial ekonomi dan budaya.

Sekda menuturkan, bahwa Kawasan waduk PLTA Koto Panjang mempunyai potensi untuk pengembangan objek wisata dan ini bisa menjadi salah satu  tujuan wisatawan di Riau.

"Kita masyarakat Riau kekurangan tempat wisata, jika Ulu Kasok, Cubodak Hill, Tepian Mahligai dan potensi lainnya yang berada di kawasan waduk PLTA Koto Panjang bisa dikembangkan lagi ini akan menjadi destinasi wisata di Riau," katanya.

Ketua IKA UR ini mengajak isntansi lain untuk bisa bekerja sama, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan dan Dinas Pariwisata serta instansi lain, maupun IKA lainnya juga ikut menggelar kegiatan yang bermanfaat.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Erfin Rizaldi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang yang secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kawasan di sekitar waduk PLTA Koto Panjang ini berada dalam kawasan UPT KPH Suligi - Batu Gajah dan agar semua aktifitas bisa legal kita menyarankan supaya semua aktifitas yang ada dalam kawasan hutan harap melapor dan mengurus izinnya" ujarnya.

Dinas LHK Provinsi Riau sangat tertarik dengan potensi jasa lingkungan yang ada di sekitar Waduk PLTA Koto Panjang. Untuk pengembangan dan menggali potensi itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk pengembangan potensi wisata di kawasan waduk PLTA Koto Panjang.


Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang Abdul Razak mengapresiasi dan sangat berbangga hati dengan adanya acara ini, dan ia juga ingin dibantu dalam pengembangan objek wisata yang ada di Desa Pulau Gadang. Dengan adanya objek wisata ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Setelah penanaman pohon dan restoking bibit ikan dilanjutkan dengan pembagian bibit buah-buahan dan bibit ikan kepada masyarakat yang ada di sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

Jumat, 04 Mei 2018

MEDIASI MERUPAKAN SALAH SATU SOLUSI 176 KONFLIK KAWASAN HUTAN DI RIAU


Pekanbaru, KPH SBG - Riau memiliki Hutan yang sangat luas, namun disayangkan terdapat 176 Konflik kawasan hutan yang harus segera diselesaikan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Ervin Rizaldi, saat membuka acara sosialisasi penanganan konflik tenurial dan hutan adat di Provinsi Riau, Kamis (26/04/2018), di Alpha Hotel Pekanbaru.

Selanjutnya Kepala DLHK Riau menyebutkan, solusi untuk mengatasi konflik kawasan hutan yang terus berlanjut ini dengan cara mediasi, Perhutanan Sosial serta dengan penegakan hukum.  



Farma Yuniandra sebagai Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, UPT KPH Suligi Batu Gajah juga turut hadir pada acara tersebut bersama 30 peserta lainnya yang berasal dari berbagai instasi terkait lainnya, seperti Badan Kesbangpol se-Prov Riau,  UPT KPH se-Prov Riau, BPKH dan BPHP. Selain itu juga turut hadir perusahaan HPH dan HTI se-Prov Riau. 

Narasumber atau pembicara pada acara sosialisasi ini adalah Dirjen PSKL, Dirjen Gakkum, BPHP dan UIN Sultan Syarif Khasim Pekanbaru. 

Untuk mengatasi konflik pada kawasan hutan, Kementerian LHK juga akan mengadakan pelatihan mediator, paralegal, asesor, PPNS yang bisa diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPH, yang bertujuan untuk memudahkan penyelesaian konflik nantinya.

Minggu, 29 April 2018

TARGET SELESAI TEPAT WAKTU, KPH SULIGI BATU GAJAH BENTUK TIM PENYUSUN RPHJP


Pengusunan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) KPH Suligi Batu Gajah Unit XVI Suligi ditargetkan selesai tepat waktu, yakni Mei 2018. Untuk itu, KPH Suligi Batu Gajah membentuk beberapa tim penyusunan RPHJP.

Penyusunan RPHJP dikerjakan secara tim, terdiri dari PNS dan Bakti Rimbawan KPH Suligi Batu Gajah. Masing-masing tim memiliki tugas yang berbeda seperti mengumpulkan data, survey kelapangan dan lainnya yang berhubungan dengan RPHJP.

Penyusunan RPHJP KPH Suligi Batu Gajah difokuskan pada Unit XVI Suligi, yang berada pada 4 Kecamatan, yaitu XIII Koto Kampar, Tandun, Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto.          

Pada Unit XVI Suligi mempunyai beberapa potensi jasa lingkungan seperti, gua, air terjun, pemandian air panas, Suligi Hill atau yang biasa disebut negri di atas awan, dan berbagai potensi lainnya.

Tim Penyusunan RPHJP KPH Suligi Batu Gajah, Jumat (27/04/2018) mengadakan diskusi di Ruang Gaharu KPH Suligi Batu Gajah, diskusi ini berterkaitan dengan penyelesaian RPHJP. Pada rapat ini seluruh PNS maupun Bakti Rimbawan terlihat fokus dan serius untuk membahas penyusunan RPHJP Suligi Batu Gajah, Unit XVI Suligi.

Selasa, 24 April 2018

PERCEPATAN PENETAPAN HUTAN ADAT DAN REGISTRASI MASYARAKAT HUTAN ADAT


Kepala KPH Suligi Batu Gajah dan Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, Farma Yuniandra menghadiri rapat percepatan penetapan hutan adat, sistem registrasi masyarakat hutan adat dan inisiasi pembembentukan tim verifikasi Kabupaten Kampar.

Rapat ini dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Cokro Aminoto, dan kata sambutan dari Sekretariat Daerah (Sekda) Kab. Kampar, Yusri.  Pada rapat ini, juga turut mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kab. Kampar, Lembaga Adat Kampar, Camat, Aman Kampar, Yayasan Pelopor, WRI dan instansi terkait lainnya.

Kementrian LHK yang diwakili oleh Prasetyo dan Erni dari P3E Sumatra, sebagai narasumber pada rapat tersebut.

Pembentukan tim verifikasi ini, berdasarkan Keputusan Bupati Kampar, tentang tim verifikasi penetapan masyarakat hukum adat, wilayah adat dan hutan di Kabupaten Kampar.

Dari Keputusan Bupati, untuk penetapan hutan adat dan registrasi masyarakat adat harus mempertimbangkan kondisi masyarakat hutan adat, hukum adat, wilayah adat dan hutan adat, serta letak dan luas hutan adat. Selain itu rekomendasi terkait penetapan masyarakat hukum adat, wilayah adat dan hutan adat.

Kawasan hutan kenegarian di Kabupaten Kampar dengan luas 1019 ha yang berada pada enam desa yaitu, Petapahan, Padang Mutung, Rumbio, Kampar, Koto Perambahan, dan Pasir Sialang.

Senin, 23 April 2018

KPH SULIGI BATU GAJAH KEMBANGKAN PERHUTANAN SOSIAL POLA KEMITRAAN JASLING


KPH Suligi Batu Gajah akan membentuk perhutanan sosial dengan pola kemitraan jasa lingkungan (Jasling), salah satu diantaranya melalui program kemitraan yang dibina seperti Ulu Kasok. Hal tersebut disampaikan oleh kepala KPH Suligi Batu Gajah, Alwamen, S.Hut, M.Si. Hal itu disampaikan saat memimpin rapat di ruang Cendana KPH Suligi Batu Gajah, Senin (23/04/2018).

"Kegiatan untuk kedepannya kita fokus pada pengembangan perhutanan sosial dengan pola kemitraan jasa lingkungan, salah satunya adalah Ulu Kasok yang berada di desa Pulau Gadang", ujar Alwamen.

Dirinya juga menyebutkan, selain Ulu Kasok, Negeri Diatas Awan yang berada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), juga akan dibentuk kemitran dan pembinaan jasa lingkungan. 

"Perhutanan sosial pola kemitraan jasling, seperti ulu kasok, negeri di atas awan dan jasling lainnya. kita menginginkan anggota dari perhutanan sosial itu merupakan masyarakat lokal", imbuhnya.

Lebih lanjut Kepala KPH Suligi Batu Gajah menuturkan, perhutanan sosial merupakan salah satu program KPH Suligi Batu Gajah, yang merupakan suatu tantangan karena KPH Suligi Batu Gajah merupakan salah satu KPH yang baru, dan pertama kali melakukan program ini.

"Semoga kita bisa bekerja dengan baik, walaupun dengan kondisi yang sangat terbatas mari kita laksanakan pekerjaan ini dengan baik", harapnya.

Jumat, 20 April 2018

JALAN SEHAT, PIMPINAN DAN STAF KPH SULIGI-BATU GAJAH SALING MEMBAUR

KPH Suligi-Batu Gajah melaksanakan kegiatan jalan sehat, yang diikuti oleh pimpinan dan staf KPH Suligi-Batu Gajah. Kamis (19/04/2018). Selain senam pagi,jalan sehat ini  merupakan salah satu kegiatan rutin setiap Kamis sebelum melakukan rutinitas di kantor.

Tidak hanya untuk menyehatkan tubuh, jalan sehat juga dapat meningkatkan keakraban antara pimpinan dan staf. Hal ini terlihat dari dimulainya gerak jalan sehat hingga selesai, seluruh pegawai saling berbaur, berbincang dan bercanda tanpa ada rasa canggung satu dengan yang lainnya.

Hal seperti ini, pada rutinitas sehari-hari sangat sulit dijumpai karena pada rutinitas jam kerja, hanya disibukan dengan pekerjaan masing-masing, dan hanya memiliki sedikit waktu untuk bersama.

Gerak jalan sehat ini dimulai dari halaman kantor KPH Suligi-Batu Gajah menuju kawasan objek wisata Stanum, dan kembali finish di kantor KPH Suligi-Batu Gajah dan diakhiri dengan makan bersama, selanjutnya kembali bekerja seperti biasa.

Jumat, 13 April 2018

KPH SULIGI-BATU GAJAH TERIMA DIPA APBN 2018 DAN JUKNIS DARI BPHP WIL III PEKANBARU

KPH Suligi-Batu Gajah menerima kunjungan kerjaa dari BPHP Wilayah III Pekanbaru, kunjungan ini dengan agenda penyerahan DIPA APBN dan Juknis. Rabu (11/04/18).

Diwaktu yang sama, BPHP Wilayah III Pekanbaru juga meminta, agar KPH Suligi-Batu Gajah segera menyusun rencana kegiatan dan anggaran tahun 2018. 

Selain itu, KPH Suligi-Batu Gajah juga diminta untuk mengusulkan atau membentuk 2 KTH. Pembentukan KTH ini merupakan suatu wadah tempat pembinaan dan pelatihan bagi masyarakat, terutama anggota dari KTH. Salah satu program pembinaan dan pelatihan pada KTH yaitu budidaya Aren.

Tanaman Aren merupakan salah satu HHBK yang bernilai ekonomis tinggi, dan banyak permintaan pasar. Budidaya tanaman Aren tidak membutuhkan banyak perawatan, sehingga cocok untuk dibudidayakan.
Kita berharap, semoga program kegiatan yang direncanakan bisa berjalan dengan lancar, agar visi misi KPH terwujud Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera.

Posting Populer