Senin, 04 Oktober 2021

INGIN JADI KPH PERCONTOHAN. INI YANG HARUS DILAKUKAN KPH SBG

 

Bangkinang, KPH SBG - Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah, meminta seluruh pegawai UPT KPH Suligi Batu Gajah agar bisa bersama-sama membangun KPH diantaranya dengan menyumbangkan saran dan pikiran-pikiran yang inovatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah, Dendy Saputra, SH. MSi dalam Rapat Bulanan dengan seluruh pegawai KPH Suligi Batu Gajah, di Aula Gaharu kantor UPT KPH Suligi Batu Gajah. Bangkinang, Senin (4/10/2021).

"Salah satu cara menjadikan UPT KPH Suligi Batu Gajah sebagai KPH percontohan, sangat diperlukan saran dan pemikiran inovatif serta strategi untuk pengembangan potensi-potensi yang ada di KPH kita, selain itu kita harus memahami Peraturan-peraturan terbaru bidang kehutanan karena terbitnya UUD cipta kerja. Sehingga perlu di pelajari dan dipahami oleh seluruh personil UPT KPH Suligi Batu Gajah.

Baca Juga: MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS

Dijelaskannya, KPH SBG mempunyai beberapa Jasling yang sangat bagus untuk dikelola dan dikembangkan, negara akan mendapatkan retribusi atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan perekonomian masyarakat disekitar juga akan terbantu.

"Strategi mendapatkan retribusi bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi hutan seperti Jasling, dan HHBK, serta memberdayakan masyarakat disekitar kawasan hutan. Semua komponen itu harus dikelola dan kita bina, hal ini merupakan modal awal yang sangat berharga bagi KPH", ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala KPH SBG menyampaikan, untuk pengembangan potensi Jasling dan HHBK dimulai dengan membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) atau Perhutanan Sosial (PS), dan bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah III Pekanbaru dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Indragiri Rokan.

Baca Juga: RPHJP UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

"KTH dan PS perlu kita bentuk untuk mengelola Jasling dan HHBK, agar kelembagaan pengelolanya jelas dan ada yang bertanggungjawab. Untuk mendapatkan bantuan dan pengembangan potensi kita bisa berkoordinasi dengan BPHP DAN BPDAS", pungkasnya.

Penulis : Taufik Hidayat, S.Hut
Editor : Nurfiani, SP, MM

Kamis, 25 Februari 2021

BIMBINGAN TEKNIS DAN PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DI DALAM KAWASAN HUTAN

Batu Bersurat, 25 Februari 2021 – UPT KPH Suligi-Batu Gajah Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK) Di Indonesia begitu besar dan beragam serta menghasilkan komoditas bernilai tinggi. Untuk Mengoptimalkan Potensi dan langkah berkelanjutan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Lestari memberikan Pelatihan dan Pembinaan bagi Masyarakat Sekitar Hutan untuk  Mendorong Empati, Menyerap Tenaga Kerja, dan Meningkatkan Nilai Ekspor menuju Kesatuan Pengelolaan Hutan Mandiri, Masyarakat Berseri dan Hutan Lestari.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini dilaksanakan secara serentak pada VI Wilayah Kerja Hutan Produksi Lestari yang juga berada pada Wilayah Kerja KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) yang mana acara Pembukaan dibuka melalui Virtual.
Sekjen KLHK/Plt. Direktorat Jenderal Hutan Produksi Lestari, Bambang Hendroyono menyampaikan "Agar Selalu Menjaga Kesehatan serta melaksanakan Protokol Kesehatan COVID 19 dalam Mengikuti Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini.


Turut Hadir dalam Virtual :
-Pejabat Eselon I KLHK/Mewakili
-Direktur Asosiasi Pengusaha Muda
-Para Kepala Dinas Kehutanan
-Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah I-VI

Kemudian dilanjutkan Sambutan Oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (SITI NURBAYA BAKAR) yang juga menyampaikan "Agar kita berkerja sama dalam mensejahterakan masyarakat seperti salah satu program kerja 5 tahun kedepan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo"

Kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis dan Pelatihan pada masing-masing wilayah, dalam hal ini UPT KPH SULIGI-BATU GAJAH Berada pada wilayah III Hutan Produksi Lestari (BPHP WILAYAH III PEKANBARU) dan Pelaksanaan kegiatan ini di laksanakan di Kantor Camat XIII Koto Kampar Kamis/25 Februari 2021.

Turut Hadir Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE, M.Si, Kapala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Pekanbaru (BPHP) yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kurniawansyah Effendi, S.Hut, M.Si, Camat XIII Koto Kampar Bapak Rahmat Fajri, S.STP, M.Si,  kemudian 2 (dua) Narasumber dari Direktur BUMDES Koto Sepakat Desa Tanjung Alai, Sukani dan Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar, Zetfiandi, serta Peserta Bimbingan Teknis berjumlah 20 Orang yang berasal dari Desa Tanjung Alai sebanyak 12 Orang dan Desa Tanjung sebanyak 8 Orang.


Pada saat Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan pada masing-masing wilayah, yang dalam hal ini UPT KPH SULIGI-BATU GAJAH Berada pada wilayah III Hutan Produksi Lestari (BPHP WILAYAH III PEKANBARU) tepatnya di Kantor Camat XIII Koto Kampar Kamis/25 Februari 2021 Camat XIII Koto Kampar, Rahmat Fajri, S.STP, M.Si memberikan sambutan serta menyampaikan bahwa beliau menyambut baik Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini dengan harapan agar nantinya para peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang di dapat dari pelatihan ini secara langsung serta membagikan kepada masyarakat sekitar agar bisa memanfaatkan lahan yang ada.


Kegiatan di lanjutkan dengan sambutan Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE, M.Si yang juga sekaligus membuka secara resmi Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Dalam Kawasan Hutan.
 
Selanjutnya Penyampaian Materi Para Narasumber tentang cara/teknis Budidaya Tanaman Serai Wangi serta Teknik Pengelolaan dan Pemasaran Serai Wangi. 

Acara kegiatan ditutup dengan Sesi Foto Bersama. 

Penulis: Diana Putri
Fotografer: Diana Putri
Editor: Amperizal, SP

Minggu, 18 Oktober 2020

KPH SULIGI BATU GAJAH : JELAJAHI WISATA ALAM YANG TERSEMBUNYI AIR TERJUN PIALAN DESA GUNUNG MALELO

Gunung Malelo, KPH SBG - Memiliki daya tarik yang luar biasa indahnya dan memiliki tinggi mencapai 70 meter, Air Terjun Pialan berada di Desa Gunung Melelo, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Air Terjun Pialan masih sangat alami dan belum banyak di kunjungi oleh masyarakat local dan Wisatawan.

Lokasi air terjun ini sendiri berada dalam wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah Unit XVII Muara Mahat, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. 

Mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa setempat, Kepala KPH Suligi Batu Gajah (Alwamen)  langsung membentuk tim  yang beranggotakan lima orang yaitu, Sagiman, SP. Nanik Suparni, S. Hut. T. Mutohir, SP. Herman, dan Taufik Hidayat, S. Hut. untuk menginventarisasi Air Terjun tersebut.

BACA JUGA: MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS, DAYA TARIK WISATA BARU DI KPH SULIGI BATU GAJAH

Untuk menyusuri keberadaan dan sebagai penunjuk arah menuju Air Terjun Air Pialan, tim inventarisasi Jasling dan Wisata Alam yang di bentuk KPH didampingi oleh perangkat desa dan tokoh pemuda setempat. 

Agar tiba dilokasi, tim inventarisasi Jasling harus menyusuri Hutan dan menyeberangi Sungai Kampar dengan menggunakan perahu dan dilanjutkan jalan kaki yang memakan waktu selama empat jam. 

Jalur yang cukup menantang dan melelahkan tentu bukan menjadi masalah bagi tim inventarisasi Jasling, jika ingin berkunjung ke Air Terjun Pialan, disarankan harus memiliki tenaga yang ekstra. Jalan yang curam, menyusuri tebing berbatu dan sungai, serta beberapa rintangan lainnya harus memiliki kekuatan yang penuh, ini akan menjadi hal yang menantang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung.

Namun perjalanan yang melelahkan itu akan terbayarkan saat tiba di lokasi. Tim langsung disambut pemandangan air terjuan dengan ketinggian mencapai 70 meter yang mempesona.

Suara gemericik air terjun, pemandangan alam yang masih asri dan hijau, serta hawa sejuk pegunungan bisa dalam sekejap menyegarkan pikiran.

BACA JUGA: RPHJP UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

"Air terjun ini berada pada lembah diantara deretan bukit barisan yang membuat kawasan ini terasa sejuk dan dingin," ujar Yenki Anggota Pokdarwis Pemuda Desa Gunung Malelo. 

Ditambahkan Yenki, selain hawa yang dingin, ditempat ini juga memiliki udara yang segar untuk dihirup, dan memiliki panorama alam pegunungan  yang luar biasa indahnya.

Di lokasi Air Terjun Pialan juga terdapat banyak tumbuhan seperti, Rotan, Bambu, Pohon Meranti, Beringin Hutan, Tampui dan beraneka ragam jenis tumbuhan hutan lainnya. Tidak hanya itu saja beberapa jenis binatang satwa seperti Kera, Siamang, Burung, serta banyak hewan lainnya.

Penulis: Taufik Hidayat, S.Hut

Foto Grafer: Taufik Hidayat, S. Hut / Pokdarwis Desa Gunung Malelo

Editor: H. Alwamen, S.Hut, M.Si

Posting Populer