Kamis, 25 Februari 2021

BIMBINGAN TEKNIS DAN PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DI DALAM KAWASAN HUTAN

Batu Bersurat, 25 Februari 2021 – UPT KPH Suligi-Batu Gajah Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK) Di Indonesia begitu besar dan beragam serta menghasilkan komoditas bernilai tinggi. Untuk Mengoptimalkan Potensi dan langkah berkelanjutan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Lestari memberikan Pelatihan dan Pembinaan bagi Masyarakat Sekitar Hutan untuk  Mendorong Empati, Menyerap Tenaga Kerja, dan Meningkatkan Nilai Ekspor menuju Kesatuan Pengelolaan Hutan Mandiri, Masyarakat Berseri dan Hutan Lestari.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini dilaksanakan secara serentak pada VI Wilayah Kerja Hutan Produksi Lestari yang juga berada pada Wilayah Kerja KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) yang mana acara Pembukaan dibuka melalui Virtual.
Sekjen KLHK/Plt. Direktorat Jenderal Hutan Produksi Lestari, Bambang Hendroyono menyampaikan "Agar Selalu Menjaga Kesehatan serta melaksanakan Protokol Kesehatan COVID 19 dalam Mengikuti Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini.


Turut Hadir dalam Virtual :
-Pejabat Eselon I KLHK/Mewakili
-Direktur Asosiasi Pengusaha Muda
-Para Kepala Dinas Kehutanan
-Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah I-VI

Kemudian dilanjutkan Sambutan Oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (SITI NURBAYA BAKAR) yang juga menyampaikan "Agar kita berkerja sama dalam mensejahterakan masyarakat seperti salah satu program kerja 5 tahun kedepan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo"

Kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis dan Pelatihan pada masing-masing wilayah, dalam hal ini UPT KPH SULIGI-BATU GAJAH Berada pada wilayah III Hutan Produksi Lestari (BPHP WILAYAH III PEKANBARU) dan Pelaksanaan kegiatan ini di laksanakan di Kantor Camat XIII Koto Kampar Kamis/25 Februari 2021.

Turut Hadir Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE, M.Si, Kapala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Pekanbaru (BPHP) yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kurniawansyah Effendi, S.Hut, M.Si, Camat XIII Koto Kampar Bapak Rahmat Fajri, S.STP, M.Si,  kemudian 2 (dua) Narasumber dari Direktur BUMDES Koto Sepakat Desa Tanjung Alai, Sukani dan Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar, Zetfiandi, serta Peserta Bimbingan Teknis berjumlah 20 Orang yang berasal dari Desa Tanjung Alai sebanyak 12 Orang dan Desa Tanjung sebanyak 8 Orang.


Pada saat Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan pada masing-masing wilayah, yang dalam hal ini UPT KPH SULIGI-BATU GAJAH Berada pada wilayah III Hutan Produksi Lestari (BPHP WILAYAH III PEKANBARU) tepatnya di Kantor Camat XIII Koto Kampar Kamis/25 Februari 2021 Camat XIII Koto Kampar, Rahmat Fajri, S.STP, M.Si memberikan sambutan serta menyampaikan bahwa beliau menyambut baik Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini dengan harapan agar nantinya para peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang di dapat dari pelatihan ini secara langsung serta membagikan kepada masyarakat sekitar agar bisa memanfaatkan lahan yang ada.


Kegiatan di lanjutkan dengan sambutan Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE, M.Si yang juga sekaligus membuka secara resmi Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Dalam Kawasan Hutan.
 
Selanjutnya Penyampaian Materi Para Narasumber tentang cara/teknis Budidaya Tanaman Serai Wangi serta Teknik Pengelolaan dan Pemasaran Serai Wangi. 

Acara kegiatan ditutup dengan Sesi Foto Bersama. 

Penulis: Diana Putri
Fotografer: Diana Putri
Editor: Amperizal, SP

Minggu, 18 Oktober 2020

KPH SULIGI BATU GAJAH : JELAJAHI WISATA ALAM YANG TERSEMBUNYI AIR TERJUN PIALAN DESA GUNUNG MALELO

Gunung Malelo, KPH SBG - Memiliki daya tarik yang luar biasa indahnya dan memiliki tinggi mencapai 70 meter, Air Terjun Pialan berada di Desa Gunung Melelo, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Air Terjun Pialan masih sangat alami dan belum banyak di kunjungi oleh masyarakat local dan Wisatawan.

Lokasi air terjun ini sendiri berada dalam wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah Unit XVII Muara Mahat, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. 

Mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa setempat, Kepala KPH Suligi Batu Gajah (Alwamen)  langsung membentuk tim  yang beranggotakan lima orang yaitu, Sagiman, SP. Nanik Suparni, S. Hut. T. Mutohir, SP. Herman, dan Taufik Hidayat, S. Hut. untuk menginventarisasi Air Terjun tersebut.

BACA JUGA: MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS, DAYA TARIK WISATA BARU DI KPH SULIGI BATU GAJAH

Untuk menyusuri keberadaan dan sebagai penunjuk arah menuju Air Terjun Air Pialan, tim inventarisasi Jasling dan Wisata Alam yang di bentuk KPH didampingi oleh perangkat desa dan tokoh pemuda setempat. 

Agar tiba dilokasi, tim inventarisasi Jasling harus menyusuri Hutan dan menyeberangi Sungai Kampar dengan menggunakan perahu dan dilanjutkan jalan kaki yang memakan waktu selama empat jam. 

Jalur yang cukup menantang dan melelahkan tentu bukan menjadi masalah bagi tim inventarisasi Jasling, jika ingin berkunjung ke Air Terjun Pialan, disarankan harus memiliki tenaga yang ekstra. Jalan yang curam, menyusuri tebing berbatu dan sungai, serta beberapa rintangan lainnya harus memiliki kekuatan yang penuh, ini akan menjadi hal yang menantang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung.

Namun perjalanan yang melelahkan itu akan terbayarkan saat tiba di lokasi. Tim langsung disambut pemandangan air terjuan dengan ketinggian mencapai 70 meter yang mempesona.

Suara gemericik air terjun, pemandangan alam yang masih asri dan hijau, serta hawa sejuk pegunungan bisa dalam sekejap menyegarkan pikiran.

BACA JUGA: RPHJP UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

"Air terjun ini berada pada lembah diantara deretan bukit barisan yang membuat kawasan ini terasa sejuk dan dingin," ujar Yenki Anggota Pokdarwis Pemuda Desa Gunung Malelo. 

Ditambahkan Yenki, selain hawa yang dingin, ditempat ini juga memiliki udara yang segar untuk dihirup, dan memiliki panorama alam pegunungan  yang luar biasa indahnya.

Di lokasi Air Terjun Pialan juga terdapat banyak tumbuhan seperti, Rotan, Bambu, Pohon Meranti, Beringin Hutan, Tampui dan beraneka ragam jenis tumbuhan hutan lainnya. Tidak hanya itu saja beberapa jenis binatang satwa seperti Kera, Siamang, Burung, serta banyak hewan lainnya.

Penulis: Taufik Hidayat, S.Hut

Foto Grafer: Taufik Hidayat, S. Hut / Pokdarwis Desa Gunung Malelo

Editor: H. Alwamen, S.Hut, M.Si

Sabtu, 26 September 2020

KPH SULIGI BATU GAJAH FASILITASI BANTUAN ALAT EKONOMI PRODUKTIF DARI BPHP WILAYAH III PEKANBARU KEPADA KTH TUNAS MUDA DAN KTH SELAYAN JAYA

Tanjung Alai, KPH SBG - Ini merupakan kabar gembira bagi Kelompok Tani Hutan (KTH), sebab 2 (dua) KTH  yang ada di wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah mendapat bantuan alat penyuling serei wangi dari Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah III Pekanbaru. 

Bantuan ini merupakan hasil tindak lanjut diskusi pada acara sosialisasi potensi jasa lingkungan yang diadakan oleh KPH Suligi Batu Gajah beberapa waktu lalu, dan pada kesempatan itu turut hadir BPHP Wilayah III Pekanbaru dan beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu. 

Pada acara tersebut Kepala KPH Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si meminta bantuan kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru agar mendukung pengembangan potensi Jasa Lingkungan, Wisata Alam dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada di KPH Suligi Batu Gajah. 

BACA JUGA: RPHJP UNIT XVII MUARA MAHAT KPH SULIGI BATU GAJAH

Hal tersebut mendapat respon baik oleh BPHP Wilayah III Pekanbaru, bahwasanya BPHP Wilayah III akan mengalokasikan Bantuan Alat Ekonomi Produktif kepada KTH yang Produktif dan telah menghasilkan HHBK, pada kesempatan tersebut Kepala KPH langsung memberikan apresiasi dan mengucapakan terimakasih kepada BPHP Wilayah III sekaligus menunjuk KTH yang layak dan Siap menerima Bantuan Tersebut. 

Kamis (24/09/09) BPHP Wilayah III Pekanbaru bersama KPH Suligi Batu Gajah, menyerahkan 2 (dua) unit alat penyuling serai wangi  kepada KTH Tunas Muda Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar dan KTH Selayan Jaya Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, kedua desa ini merupakan desa dalam wilayah Unit XVII Muara Mahat KPH Suligi Batu Gajah. 

Penyerahan alat penyuling serei wangi ini dihadiri oleh Kepala Balai BPHP Wilayah III Pekanbaru diwakili oleh Ir. Purnomo  dan Tim dan KPH Suligi-Batu gajah oleh Kepala KPH, Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Penyuluh Kehutanan. 

Pada Acara Penyerahan tersebut Ir. Purnomo dalam sambutannya menyatakan, agar alat penyuling serei wangi ini dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dipelihara oleh masyarakat. "Harapan kami agar desa ini selalu bekerjasama dengan KPH untuk pengembangan potensi yang ada, jangan hanya serei wangi saja, kalau ada program lain sampaikan pada KPH agar program bisa berlanjut demi kesejahteraan masyarakat, " katanya.

Ditambahkan Purnomo, ucapan Terimakasih dan bangga kepada KPH Suligi Batu Gajah dan Tim telah membantu dan memfasilitasi KTH ini, sehingga bantuan ini bisa disalurkan, selanjutnya dirinya juga berharap kepada KPH Suligi Batu Gajah agar bisa membantu pemasarannya.

Sementara itu Kepala KPH Suligi Batu Gajah H. Alwamen, S. Hut, M. Si dalam sambutannya menyampaikan, program pemerintah Pusat terkhusus Kementrian LHK adalah Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan bersama masyarakat, terutama pengembangan potensi-potensi Jasa Lingkungan (Jasling), Wisata Alam (WA) dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada, " ujarnya.

BACA JUGA: BERDIRINYA KOPERASI SUBAGA WANA LESTARI LANGKAH AWAL MENUJU KPH SBG MANDIRI

Kepala KPH Suligi Batu Gajah, menyampaikan agar KTH yang telah mendapatkan bantuan ini untuk lebih Produktif dalam pengelolaan Serai Wangi, dan kepada Kepala Desa dirinya berpesan untuk senantiasa memonitor dan membimbing Masyarakat untuk lebih Produktif terutama dalam pengembangan Usaha dalam pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil Hutan.

Alat penyuling ini merupakan program KPH dari BPHP Wilayah III Pekanbaru. KTH yang ada di KPH Suligi Batu Gajah diregistrasi melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau ke Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Kepala KPH Suligi Batu Gajah menambahkan, disini KPH hanya sebagai fasilitator,dan melaksanakan tugas, di tapak KPH Suligi Batu Gajah menempatkan Penyuluh Kehutanan dan berada dilapangan yang selalu mendampingi masyarakat untuk pengembangan KTH maupun dalam pengembangan program - program lainnya. 

BACA JUGA: KPH SULIGI BATU GAJAH DAN WRI KERJA SAMA MENYUSUN RPHJP

Harapan Kepala KPH Suligi Batu Gajah kepada KTH yang ada agar segera melakukan Kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU), dengan KPH untuk legalitas Pemanfaatan HHBK Serai Wangi ini. 

Pada Akhir sambutannya Kepala KPH Suligi-Batu Gajah mengucapkan terimakasih kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru atas bantuan alat ini, dan ia juga menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan yang tersisa dan menghijaukan yang sudah terbuka untuk tujuan mulia ‘Hutan lestari, Masyarakat sejahtera.

Diwaktu yang sama Kepala Desa Tanjung Alai Sultan Alwi mengatakan terimakasih kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru dan KPH Suligi Batu Gajah atas bantuan alat penyuling serai wangi ini. 

"Harapan kami sudah tercapai karena alat penyulingan ini bisa membantu kami untuk mengelola serei wangi yang telah kami tanam, kami sangat mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah seperti ini, sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat kami dan serei wangi akan menjadi hasil produksi unggul dari Desa kami, " pungkasnya.

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut

Foto Grafer: Diki Permana

Editor: H. Alwamen, S.Hut, M.Si

Posting Populer