Minggu, 06 September 2020

MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS, DAYA TARIK WISATA BARU DI KPH SULIGI BATU GAJAH

Pulau Gadang, KPH SBG - KPH Suligi Batu Gajah merupakan salah satu KPH di Riau dengan berbagai potensi wisata alam yang kini semakin diminati kalangan masyarakat luas, seperti Ulu Kasok, Dermaga Tepian Mahligai Taman 1000 Bunga, Air Terjun Putri Kayangan, Sungai Gulamo dan masih banyak potensi lainnya. 

Salah satu potensi baru yang akan dikembangkan di KPH Suligi Batu Gajah adalah Goa Putri Rambut Emas, Destinasi Goa ini berada di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, yang merupakan wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah, Unit XVII Muara Mahat. Goa ini memiliki keindahan eksotis dan tengah disiapkan sebagai destinasi wisata berbasis agrowisata.

Goa Putri Rambut Emas memiliki panjang 90 meter dengan lebar 5 hingga 12 meter, dan ketinggian mencapai 3 hingga 10 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter. 

Menurut Syarvawi yang juga sebagai ketua Pokdarwis Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga mengatakan, Goa ini dinamakan Putri Rambut Emas karena posisinya berada di Jalan Putri Rambut Mas. Goa ini keberadaanya sudah lama diketahui masyarakat dan hanya digunakan sebagai tempat mengambil pupuk dari  kotoran kelelawar yang banyak menggantung di langit-langit Goa. 

Penyuluh Kehutanan KPH Suligi Batu Gajah Mutohir, SP saat berkunjung kelokasi Goa Putri Rambut Emas mengungkapkan, untuk berkolaborasi dengan KPH masyarakat harus membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH), yang mérupakan salah satu wadah untuk kegiatan resmi bagi masyarakat. 

"Disini kita sebagai fasilitator, kami akan menerima masukan dari masyarakat, jika KTH sudah ada maka otomatis pengurusnya akan terbentuk dan ada yang bertanggung jawab, " Jelasnya. 

Ditambahkan Mutohir, koordinasi harus terus dilakukan secara intens untuk mengembangkan destinasi wisata yang baru seperti ini, pihak desa, kecamatan maupun pihak terkait lainnya. Agar destinasi wisata ini bisa berkembang serta dikemas lebih menarik dan unik lagi.

"Dengan adanya pariwisata ini akan dapat meningkatkan potensi alam, pemberdayaan masyarakat, Peningkatan ekonomi, dan pelestarian alam, serta dengan penataan goa ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, "pungkasnya.

Saat ini masyarakat setempat dan kalangan pemuda tengah memaksimalkan penataan goa, ada yang tengah dipersiapkan antara lain pembuatan akses jalan, pembuatan tangga menuju pintu masuk Goa. Warga setempat juga berencana menyiapkan sistem penerangan di sekitar gua, serta pembangunan beberapa spot selfie yang akan menjadi daya tarik bagi kalangan muda.

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut 

Foto Grafer: Taufik Hidayat, S. Hut 

Editor: Mutohir, SP


Kamis, 03 September 2020

PISAH SAMBUT ASN KPH SULIGI BATU GAJAH DIWARNAI SENYUM DAN KENANGAN INDAH


Pulau Gadang, KPH SBG - Acara pisah sambut ASN KPH Suligi Batu Gajah yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas baru. Kamis, 03 September 2020. Acara yang berlokasi di Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga, Unit XVII Muara Mahat ini dipandu oleh MC dari KPH Suligi Batu Gajah, Nurfiani, SP, MM.

Acara dibuka oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si selaku pembina dan pengarah acara menyampaikan bahwa perpisahan dengan 18 orang ASN yang terdiri dari 10 orang ASN mutasi ke tempat tugas yang baru dan 8 orang ASN memasuki masa purna, diwarnai dengan senyum dan kenangan indah, dan menyambut 3 orang ASN dengan semangat dan harapan baru. “Kami berdoa agar Bapak dan Ibu yang dapat lebih sukses di tempat kerja baru dan mohon maaf jika ada kesalahan selama saya jadi pemimpin disini," ujarnya.


Pada kesempatan berikutnya, H. Alwamen menyampaikan terima kasih kepada ASN yang mutasi dan masuk masa purna merupakan kepala seksi dan para staf yang luar biasa sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan oleh KPH Suligi Batu Gajah.

"Jangan pernah putus komunikasi untuk menjalin silahturahmi kita dan untuk membangun KPH kita untuk selanjuntya, " harapnya.

Menyambung sambutan H. Alwamen sebelumnya, Parma Yuniandra, S.Hut, M.Si yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala  Seksi Perlindungan Hutan dan KSDAE KPH Suligi Batu Gajah pada periode sebelumnya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada KPH Suligi Batu Gajah dan jajaran dengan mengadakan acara pisah sambut ini.


"Terimakasih kepada Kepala KPH Suligi Batu Gajah dan jajarannya, untuk acara hari ini dan untuk pelepasan kami-kami yang mutasi maupun memasuki masa purna," ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada 18 ASN yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas yang baru, dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Penulis : Taufik Hidayat, S.Hut,  Fotografer : Hendri Nofendri, S.Sos dan Ade Suryadi

Kamis, 06 Agustus 2020

SOSIALISASI INVENTARISASI POTENSI EKOWISATA DAN JASA LINGKUNGAN UNIT XVII MUARA MAHAT KPH SULIGI BATU GAJAH



Bangkinang KPH SBG - Sosialisasi inventarisasi potensi ekowisata dan jasa lingkungan Unit XVII Muara Mahat yang di taja oleh KPH Suligi Batu Gajah di Aula Kantor Camat XIII Koto Kampar. Kamis (06/08/2020). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau Dr. Ir. Mamun Murod, MM. MH, sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Ir. Zulia Darma, Kasubbag TU BPHP Wilayah III Pekanbaru Kurniawan, S.Hut, M.Si, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri, S.STP, M.Si, Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begap, S.Sos, dan Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si. 

Acara ini diikuti oleh Kepala Desa, pengurus Pokdarwis, Ninik Mamak, dan World Resources Institute (WRI) Regional Provinsi Riau, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.



Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Mamun Murod, dikesempatan itu dirinya menyampaikan, bahwa KPH Suligi Batu Gajah merupakan unit DLHK Provinsi Riau dibangun ditingkat tapak yang bertujuan untuk mendampingi, menampung inspirasi dan membina masyarakat dan mengelola potensi Jasa Lingkungan (Jasling), dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). 


"Kecamatan kita memiliki kawasan hutan yang luas yang terdapat banyak potensi Jasling, HHBK, dan kayunya. Semua ini untuk masyarakat dan dikelola oleh masyarakat, " ungkapnya. 


Kepala Dinas LHK Provinsi Riau juga menjelaskan, untuk dapat mengelola hutan secara legal masyarakat harus membentuk kelompok-kelompok, seperti Hutan Desa (HD), Hutan Adat (HA), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Kemitraan Kehutanan. Nantinya akan ada pendampingan dari KPH, WRI maupun dari Penyuluh Kehutanan. 

"Sekarang kita telah bisa berusaha dalam kawasan hutan, dan dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, KPH Suligi Batu Gajah dan pemerintah daerah setempat, " ungkapnya. 

Diwaktu yang sama, Murod Makmun menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan dan lingkungan, mari berusaha dalam kawasan hutan tapi jangan menebang pohon agar hutan tetap asri dan terjaga ekosistemnya. 

Sementara Camat XIII Koto Kampar Rahmad Fajri mengatakan, Kecamatan ini merupakan Kecamatan wisata yang memiliki beragam potensi wisata, hanya  membutuhkan sedikit polesan dan mempromosikannya. 

"Di Kecamatan kita sangat banyak potensi Jasling, seperti Air Terjun Gulamo, Panisan, Ulu Kasok, Dermaga Tepian Mahligai, Sungai Duo dan masih banyak lagi," ujarnya. 



Ia berharap kepada KPH Suligi Batu Gajah agar memberikan perhatian kepada pariwisata di Kecamatan XIII Koto Kampar yang sudah mulai dikelola oleh Pokdarwis. Kegiatan ini juga dapat membuka peluang usaha  dan meningkatkan perekonomian masyarakat.


Pada acara ini, peserta sosialisasi  juga berkesempatan berdialog dengan  para narasumber, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, harapan dan permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. 

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut
Foto Grafer: Diki Permana

Posting Populer