Kamis, 06 Agustus 2020

SOSIALISASI INVENTARISASI POTENSI EKOWISATA DAN JASA LINGKUNGAN UNIT XVII MUARA MAHAT KPH SULIGI BATU GAJAH



Bangkinang KPH SBG - Sosialisasi inventarisasi potensi ekowisata dan jasa lingkungan Unit XVII Muara Mahat yang di taja oleh KPH Suligi Batu Gajah di Aula Kantor Camat XIII Koto Kampar. Kamis (06/08/2020). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau Dr. Ir. Mamun Murod, MM. MH, sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Ir. Zulia Darma, Kasubbag TU BPHP Wilayah III Pekanbaru Kurniawan, S.Hut, M.Si, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri, S.STP, M.Si, Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begap, S.Sos, dan Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si. 

Acara ini diikuti oleh Kepala Desa, pengurus Pokdarwis, Ninik Mamak, dan World Resources Institute (WRI) Regional Provinsi Riau, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.



Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Mamun Murod, dikesempatan itu dirinya menyampaikan, bahwa KPH Suligi Batu Gajah merupakan unit DLHK Provinsi Riau dibangun ditingkat tapak yang bertujuan untuk mendampingi, menampung inspirasi dan membina masyarakat dan mengelola potensi Jasa Lingkungan (Jasling), dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). 


"Kecamatan kita memiliki kawasan hutan yang luas yang terdapat banyak potensi Jasling, HHBK, dan kayunya. Semua ini untuk masyarakat dan dikelola oleh masyarakat, " ungkapnya. 


Kepala Dinas LHK Provinsi Riau juga menjelaskan, untuk dapat mengelola hutan secara legal masyarakat harus membentuk kelompok-kelompok, seperti Hutan Desa (HD), Hutan Adat (HA), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Kemitraan Kehutanan. Nantinya akan ada pendampingan dari KPH, WRI maupun dari Penyuluh Kehutanan. 

"Sekarang kita telah bisa berusaha dalam kawasan hutan, dan dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, KPH Suligi Batu Gajah dan pemerintah daerah setempat, " ungkapnya. 

Diwaktu yang sama, Murod Makmun menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan dan lingkungan, mari berusaha dalam kawasan hutan tapi jangan menebang pohon agar hutan tetap asri dan terjaga ekosistemnya. 

Sementara Camat XIII Koto Kampar Rahmad Fajri mengatakan, Kecamatan ini merupakan Kecamatan wisata yang memiliki beragam potensi wisata, hanya  membutuhkan sedikit polesan dan mempromosikannya. 

"Di Kecamatan kita sangat banyak potensi Jasling, seperti Air Terjun Gulamo, Panisan, Ulu Kasok, Dermaga Tepian Mahligai, Sungai Duo dan masih banyak lagi," ujarnya. 



Ia berharap kepada KPH Suligi Batu Gajah agar memberikan perhatian kepada pariwisata di Kecamatan XIII Koto Kampar yang sudah mulai dikelola oleh Pokdarwis. Kegiatan ini juga dapat membuka peluang usaha  dan meningkatkan perekonomian masyarakat.


Pada acara ini, peserta sosialisasi  juga berkesempatan berdialog dengan  para narasumber, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, harapan dan permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. 

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut
Foto Grafer: Diki Permana

Selasa, 21 Juli 2020

DIMASA PANDEMIK COVID-19 KPH SULIGI BATU GAJAH KEMBALI MELAKSANAKAN APEL DAN SENAM PAGI


Bangkinang KPH SBG - Sesuai Surat Edaran Pemprov Riau No 199/SE/2020, tanggal 20 Juli 2020, tentang kegiatan apel pagi setiap hari kerja dan senam bersama yang dilaksanakan setiap hari Kamis dalam tatanan normal baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Menindak lanjut surat edaran tersebut Kepala KPH Suligi Batu Gajah H. Alwamen, S.Hut, MSi   melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPH Suligi Batu Gajah, H. Afrizal, A.Md  mengintruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan UPT KPH Suligi Batu Gajah agar dapat melaksanakan kegiatan yang diperintahkan dalam Surat Edaran tersebut, yang dimulai tanggal 21 Juli 2020.


"Sesuai dengan arahan pimpinan besok pagi (Selasa, red) kita sudah melaksanakan perintah ini. 
Selama melaksanakan kegiatan apel pagi dan senam bersama dimasa  Pandemik Covid- 19 agar selalu memakai masker, dan jaga jarak aman maupun dalam aktivitas lain tanpa terkecuali. Serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, " ungkapnya.

Untuk yang berusia di atas 55 tahun, Ibu hamil, dan menyusui masih diberlakukan Work From Home (WFH).

Posting Populer