Minggu, 04 Juni 2023

SELAMAT JALAN KASI PERENCANAAN DAN PEMANFAATAN HUTAN JOHAN WIBIWO SERTA SELAMAT MENJADI KEPALA KPH ROKAN

UPT KPH Suligi Batu Gajah menggelar acara perpisahan pindah tugas Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan UPT KPH Suligi Batu Gajah, Johan Wibowo, S.Hut, M.Si sebelumnya beliau telah mengabdi lebih kurang 2 tahun, dan selanjutnya menjabat sebagai Kepala UPT KPH Rokan, acara ini  di laksanakan di Kantor UPT KPH Suligi Batu Gajah, Senin (08/05/2023).

Acara perpisahan yang berlangsung secara sederhan dan penuh haru dengan keluarga besar UPT KPH Suligi Batu Gajah, acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian cinderamata oleh Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah Dendy Saputra, SH, M.Si yang didampingi oleh pejabat UPT KPH Suligi Batu Gajah kepada Johan Wibowo , S.Hut, M.Si.

Dalam sambutannya Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah Dendy Saputra , SH. M.Si mengatakan, terimakasih kepada Johan Wibowo selama menjabat sebagai Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan yang telah mengabdikan dirinya dan menyumbangkan  ide dan ilmunya untuk membangun UPT KPH Suligi Batu Gajah.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdiannya, dan setelah pindah tugas di tempat yang baru UPT KPH Rokan jangan lupa silaturrahmi kita tetap berlanjut, saling berkoordinasi karena wilayah kerja KPH kita hanya dibatasi Sungai Rokan,"ucap Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah.

Selanjutnya perwakilan dari ASN UPT KPH Suligi Batu Gajah Mutohir, SP, mengucapkan selamat jalan dan terimakasih atas ilmu dan pengalaman juga arahannya selama menjabat di sini.

Pada acara ini Johan Wibowo mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf bila selama bekerja sama, bergaul, berinteraksi dan bertutur kata selama di UPT KPH Suligi Batu Gajah ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak.

“Saya mohon maaf kalau ada kesalahan selama ini. Hari ini hanyalah perpisahan dalam aktivitas bekerja sehari-hari, Jika ada keluarga besar UPT KPH Suligi Batu Gajah ada keperluan kita selalu bisa saling berkoordinasi," harapnya.

Selasa, 31 Mei 2022

Dendy Saputra : Tidak Ada Kegiatan Di Dalam Kawasan Hutan


Lubuk Agung, KPH SBG 
- Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah Dendy Saputra, SH., M.Si menegaskan  tidak ada kegiatan di dalam kawasan hutan. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber pada acara sosialisasi Pemanfaatan Kawasan Hutan di Desa Lubuk Agung, Selasa (31/05/2022).

Pada acara ini Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah yang didampingi oleh Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, Zulfahmi, AR. S.Hut dan Kepala Subbagian Tata Usaha, Sarul Jalaluddin, SE. M.Si.

Acara yang di taja oleh Kepala Desa Lubuk Agung Hairiyono, S.HI, yang dihadiri oleh seluruh Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Lubuk Agung.

Walaupun kawasan hutan tidak bisa dikelola oleh masyarakat, Kepala KPH Suligi Batu Gajah menyebutkan bahwa masyarakat tetap bisa mengelola hutan, tetapi harus membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), atau dengan skema  Perhutanan Sosial (PS), serta bisa mendapatkan pelatihan dan bantuan dari pemerintah.

"Sekarang ada kesempatan masyarakat untuk mengelola hutan, diantaranya dengan membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), atau Perhutanan Sosial. Jika pembentukan kelompok sudah ada, maka kita akan bisa bantu, seperti pelatihan dan bantuan dana dari Bank Pesona," jelasnya.

Dikesempatan ini, Kepala Desa Lubuk Agung Hairiyono, S.HI, mengajak semua unsur pemerintah dan tokoh masyarakat Lubuk Agung agar mendukung program pemerintah dan mendata semua lahan masyarakat yang berada dalam kawasan hutan.

"Ayo kita sampaikan ke pada masyarakat supaya mendata lahan mereka dalam kawasan hutan, agar kita bisa bersama pemerintah, dan turut dukung program pemerintah," pungkasnya.

Kamis, 03 Maret 2022

KPH Suligi Batu Gajah Amankan 1 Unit Alat Berat di HKM Alam Mahligai


Muara Takus, KPH SBG – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Suligi-Batu Gajah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau Razia Alat berat yang membabat hutan Kemasyarakatan (HKM) Alam Mahligai Desa Muara Takus,Kec XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Selasa 22 Pebruari 2022.

Mohd Fuad, Kabid Penataan Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Riau saat di konfirmasi pada tanggal 04/03/2022 melalui Whatsappnya membenarkan penangkapan Alat berat tersebut yaitu 1 Unit Escavator.

“Kita telah amankan I unit Escavator dari 2 unit, yang Sedang bekerja di areal HKM sedangkan 1 unit lagi Sedang rusak dilokasi dan di titipkan di Koramil 13 Koto Kampar,” kata Fuad

Dijelaskannya, berawal dari informasi dari Masyarakat tim KPH Suligi- Batu Gajah dan UPT Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau bahwa ada 2 unit jenis escavator bekerja di areal HKM Alam Mahligai Desa Muara takus. Tim KPH Suligi- Batu Gajah beserta UPT Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Riau langsung menuju lokasi Alam Mahligai Desa Muara Takus dan Mendapati 2 unit Alat berat, 1 unit sedang bekerja dan 1 unit lagi rusak, jelasnya.

google.com, pub-3954821426401244, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Sementara waktu 1 unit Escavator tersebut, kami titipkan di Koramil 13 koto Kampar untuk Proses Hukum lebih lanjut dan tim sekarang masih mendalami serta sedang mengumpulkan data dan keterangan, bebernya.

Sumber : berkasriau.com

Selasa, 01 Maret 2022

Kawasan Diserobot, HKm Alam Mahligai Lapor Pada KPH SBG


Bangkinang, KPH SBG-UPT KPH Suligi Batu Gajah kedatangan tamu dari HKM Alam Mahligai, kedatangan mereka bertujuan untuk melaporkan kegiatan penyerobotan kawasan HKM Alam Mahligai.

Ketua HKM Alam Mahligai Adfen,  menyampaikan, bahwa kawasan HKM Alam Mahligai sekarang sudah banyak di serobot oleh beberapa oknum dan bahkan sebagian sudah di tanami kelapa sawit.

Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah, Dendy Saputra, SH. MSi., yang didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE. MSi., Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, Zulfahmi, AR. S.Hut., serta Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan, Johan Wibiwo, S.Hut. MSi., lansung menerima kedatangan dari HKM Alam Mahligai di Aula Gaharu, UPT KPH Suligi Batu Gajah dan melakukan diskusi terkait kegiatan ilegal tersebut.

Dikesempatan ini KKPH SBG Dendy Saputra, SH., MSi., mengatakan, UPT KPH Suligi Batu Gajah akan memproses pengaduan dari HKM Alam Mahligai, mengumpulkan barang-barang bukti dan segera meninjau lokasi serta mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat agar kegiatan ilegal yang  menyebabkan konflik ini akan diselesaikan. 

Senin, 07 Februari 2022

Rapat Evaluasi Kinerja KPH SBG

Bangkinang, KPH SBG - UPT KPH Suligi Batu Gajah, Selasa (08/02/2022) kembali menyelenggarakan Rapat bulanan, dengan agenda evaluasi kinerja dan pengembangan potensi PS, serta   rencana kegiatan penanaman dalam rangka hari Bakti Rimbawan.

Rapat yang di pandu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE., MSi., dan dihadiri oleh Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah, Dendy Saputra, SH, MSi, Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan, Johan Wibowo, S.Hut., MSi., dan Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, Zulfahmi, AR. S.Hut. Serta diikuti oleh seluruh ASN UPT KPH Suligi Batu Gajah, Tenaga Bakti Rimbawan dan THL.

Dalam rapat ini kembali Kepala UPT KPH SBG mengingatkan supaya selalu menjaga prokes agar diri kita dan keluarga kita terhindar dari COVID-19.

Minggu, 09 Januari 2022

Berubah Fungsi, Bukit Suligi di Riau Kembali Ditanam Pohon


Tandun, KPH SBG-Hutan lindung Bukit Suligi telah berubah fungsi pada mayoritas area tutupannya. Wilayah kawasan konservasi di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu, Provinsi Riau tersebut kini dalam upaya pemulihan, setelah sekian lama mengalami perubahan peruntukan akibat penjarahan dan okupansi hingga berubah fungsi menjadi ladang dan perkebunan.

"Sampai saat ini hutan yang tersisa di Bukit Suligi paling hanya tersisa 15 persen. Lainnya telah berubah fungsi," kata Penyuluh Kehutanan Muda Unit Pelaksana Tugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Suligi Batu Gajah DLHK Riau Mulyanto di Pekanbaru, Senin (10/1).

Untuk mengembalikan fungsi hutan, PT Perkebunan Nusantara V menggandeng mahasiswa pecinta alam, masyarakat, perangkat desa hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) melakukan penghijauan kembali.

Sebanyak 5.000 bibit tanaman hutan dan buah-buahan disiapkan. Seluruh bibit beragam jenis tanaman keras mulai dari rambutan, durian, jambu, matoa, mangga, jeruk hingga kelengkeng ditanam serentak.

Bibit ditanam di sela-sela hutan yang rusak, serta di sekitar areal yang telah berubah fungsi menjadi kawasan perkebunan.

Pria paruh baya yang menghabiskan separuh usia untuk mengabdi sebagai penyuluh kehutanan itu mengatakan, program yang dilaksanakan anak usaha Holding Perkebunan Nusantara III Persero tersebut merupakan langkah jitu untuk mengembalikan kawasan hutan yang 'terluka parah'.

"Kita selaku aparat terus berusaha agar hutan lindung ini bisa kembali ke fungsi awalnya. Ini salah satu pola agroforestri yang didorong pemerintah dan Alhamdulillah dilaksanakan oleh PTPN V. Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kerja sama seterusnya," pintanya.

Bukit Suligi memiliki total luas mencapai 45 ribu hektare. Pesonanya membuat wisatawan selalu datang. Ada sejumlah air terjun indah dan pemandangan menakjubkan dari ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, yang dikenal sebagai bukit di atas awan. Kedua bentang alam itu begitu menakjubkan para wisatawan.

Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V, Jatmiko Santosa, mengatakan menjadi sebuah kehormatan bagi perusahaan untuk dapat terlibat langsung dalam pemulihan salah satu harta terpendam Riau tersebut.

"Kami sangat amat serius dalam hal keberlanjutan dan konsep green economy. Sebagai perusahaan milik negara, ini adalah bentuk nyata akan perhatian kita dalam merealisasikan kedua hal tersebut. Semoga langkah kecil kami menjadi awal dari sebuah program besar membawa kebaikan bersama dan mengembalikan fungsi Bukit Suligi," papar Jatmiko.

Sumber : merdeka.com

Senin, 04 Oktober 2021

INGIN JADI KPH PERCONTOHAN. INI YANG HARUS DILAKUKAN KPH SBG

 

Bangkinang, KPH SBG - Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah, meminta seluruh pegawai UPT KPH Suligi Batu Gajah agar bisa bersama-sama membangun KPH diantaranya dengan menyumbangkan saran dan pikiran-pikiran yang inovatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah, Dendy Saputra, SH. MSi dalam Rapat Bulanan dengan seluruh pegawai KPH Suligi Batu Gajah, di Aula Gaharu kantor UPT KPH Suligi Batu Gajah. Bangkinang, Senin (4/10/2021).

"Salah satu cara menjadikan UPT KPH Suligi Batu Gajah sebagai KPH percontohan, sangat diperlukan saran dan pemikiran inovatif serta strategi untuk pengembangan potensi-potensi yang ada di KPH kita, selain itu kita harus memahami Peraturan-peraturan terbaru bidang kehutanan karena terbitnya UUD cipta kerja. Sehingga perlu di pelajari dan dipahami oleh seluruh personil UPT KPH Suligi Batu Gajah.

Baca Juga: MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS

Dijelaskannya, KPH SBG mempunyai beberapa Jasling yang sangat bagus untuk dikelola dan dikembangkan, negara akan mendapatkan retribusi atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan perekonomian masyarakat disekitar juga akan terbantu.

"Strategi mendapatkan retribusi bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi hutan seperti Jasling, dan HHBK, serta memberdayakan masyarakat disekitar kawasan hutan. Semua komponen itu harus dikelola dan kita bina, hal ini merupakan modal awal yang sangat berharga bagi KPH", ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala KPH SBG menyampaikan, untuk pengembangan potensi Jasling dan HHBK dimulai dengan membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) atau Perhutanan Sosial (PS), dan bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah III Pekanbaru dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Indragiri Rokan.

Baca Juga: RPHJP UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

"KTH dan PS perlu kita bentuk untuk mengelola Jasling dan HHBK, agar kelembagaan pengelolanya jelas dan ada yang bertanggungjawab. Untuk mendapatkan bantuan dan pengembangan potensi kita bisa berkoordinasi dengan BPHP DAN BPDAS", pungkasnya.

Penulis : Taufik Hidayat, S.Hut
Editor : Nurfiani, SP, MM

Kamis, 25 Februari 2021

BIMBINGAN TEKNIS DAN PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DI DALAM KAWASAN HUTAN

Batu Bersurat, 25 Februari 2021 – UPT KPH Suligi-Batu Gajah Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK) Di Indonesia begitu besar dan beragam serta menghasilkan komoditas bernilai tinggi. Untuk Mengoptimalkan Potensi dan langkah berkelanjutan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Lestari memberikan Pelatihan dan Pembinaan bagi Masyarakat Sekitar Hutan untuk  Mendorong Empati, Menyerap Tenaga Kerja, dan Meningkatkan Nilai Ekspor menuju Kesatuan Pengelolaan Hutan Mandiri, Masyarakat Berseri dan Hutan Lestari.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini dilaksanakan secara serentak pada VI Wilayah Kerja Hutan Produksi Lestari yang juga berada pada Wilayah Kerja KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) yang mana acara Pembukaan dibuka melalui Virtual.
Sekjen KLHK/Plt. Direktorat Jenderal Hutan Produksi Lestari, Bambang Hendroyono menyampaikan "Agar Selalu Menjaga Kesehatan serta melaksanakan Protokol Kesehatan COVID 19 dalam Mengikuti Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini.


Turut Hadir dalam Virtual :
-Pejabat Eselon I KLHK/Mewakili
-Direktur Asosiasi Pengusaha Muda
-Para Kepala Dinas Kehutanan
-Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah I-VI

Kemudian dilanjutkan Sambutan Oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (SITI NURBAYA BAKAR) yang juga menyampaikan "Agar kita berkerja sama dalam mensejahterakan masyarakat seperti salah satu program kerja 5 tahun kedepan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo"

Kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis dan Pelatihan pada masing-masing wilayah, dalam hal ini UPT KPH SULIGI-BATU GAJAH Berada pada wilayah III Hutan Produksi Lestari (BPHP WILAYAH III PEKANBARU) dan Pelaksanaan kegiatan ini di laksanakan di Kantor Camat XIII Koto Kampar Kamis/25 Februari 2021.

Turut Hadir Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE, M.Si, Kapala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Pekanbaru (BPHP) yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kurniawansyah Effendi, S.Hut, M.Si, Camat XIII Koto Kampar Bapak Rahmat Fajri, S.STP, M.Si,  kemudian 2 (dua) Narasumber dari Direktur BUMDES Koto Sepakat Desa Tanjung Alai, Sukani dan Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar, Zetfiandi, serta Peserta Bimbingan Teknis berjumlah 20 Orang yang berasal dari Desa Tanjung Alai sebanyak 12 Orang dan Desa Tanjung sebanyak 8 Orang.


Pada saat Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan pada masing-masing wilayah, yang dalam hal ini UPT KPH SULIGI-BATU GAJAH Berada pada wilayah III Hutan Produksi Lestari (BPHP WILAYAH III PEKANBARU) tepatnya di Kantor Camat XIII Koto Kampar Kamis/25 Februari 2021 Camat XIII Koto Kampar, Rahmat Fajri, S.STP, M.Si memberikan sambutan serta menyampaikan bahwa beliau menyambut baik Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pelatihan ini dengan harapan agar nantinya para peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang di dapat dari pelatihan ini secara langsung serta membagikan kepada masyarakat sekitar agar bisa memanfaatkan lahan yang ada.


Kegiatan di lanjutkan dengan sambutan Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah yang diwakili Oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sahrul Jalaluddin, SE, M.Si yang juga sekaligus membuka secara resmi Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Dalam Kawasan Hutan.
 
Selanjutnya Penyampaian Materi Para Narasumber tentang cara/teknis Budidaya Tanaman Serai Wangi serta Teknik Pengelolaan dan Pemasaran Serai Wangi. 

Acara kegiatan ditutup dengan Sesi Foto Bersama. 

Penulis: Diana Putri
Fotografer: Diana Putri
Editor: Amperizal, SP

Minggu, 18 Oktober 2020

KPH SULIGI BATU GAJAH : JELAJAHI WISATA ALAM YANG TERSEMBUNYI AIR TERJUN PIALAN DESA GUNUNG MALELO

Gunung Malelo, KPH SBG - Memiliki daya tarik yang luar biasa indahnya dan memiliki tinggi mencapai 70 meter, Air Terjun Pialan berada di Desa Gunung Melelo, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Air Terjun Pialan masih sangat alami dan belum banyak di kunjungi oleh masyarakat local dan Wisatawan.

Lokasi air terjun ini sendiri berada dalam wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah Unit XVII Muara Mahat, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. 

Mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa setempat, Kepala KPH Suligi Batu Gajah (Alwamen)  langsung membentuk tim  yang beranggotakan lima orang yaitu, Sagiman, SP. Nanik Suparni, S. Hut. T. Mutohir, SP. Herman, dan Taufik Hidayat, S. Hut. untuk menginventarisasi Air Terjun tersebut.

BACA JUGA: MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS, DAYA TARIK WISATA BARU DI KPH SULIGI BATU GAJAH

Untuk menyusuri keberadaan dan sebagai penunjuk arah menuju Air Terjun Air Pialan, tim inventarisasi Jasling dan Wisata Alam yang di bentuk KPH didampingi oleh perangkat desa dan tokoh pemuda setempat. 

Agar tiba dilokasi, tim inventarisasi Jasling harus menyusuri Hutan dan menyeberangi Sungai Kampar dengan menggunakan perahu dan dilanjutkan jalan kaki yang memakan waktu selama empat jam. 

Jalur yang cukup menantang dan melelahkan tentu bukan menjadi masalah bagi tim inventarisasi Jasling, jika ingin berkunjung ke Air Terjun Pialan, disarankan harus memiliki tenaga yang ekstra. Jalan yang curam, menyusuri tebing berbatu dan sungai, serta beberapa rintangan lainnya harus memiliki kekuatan yang penuh, ini akan menjadi hal yang menantang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung.

Namun perjalanan yang melelahkan itu akan terbayarkan saat tiba di lokasi. Tim langsung disambut pemandangan air terjuan dengan ketinggian mencapai 70 meter yang mempesona.

Suara gemericik air terjun, pemandangan alam yang masih asri dan hijau, serta hawa sejuk pegunungan bisa dalam sekejap menyegarkan pikiran.

BACA JUGA: RPHJP UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

"Air terjun ini berada pada lembah diantara deretan bukit barisan yang membuat kawasan ini terasa sejuk dan dingin," ujar Yenki Anggota Pokdarwis Pemuda Desa Gunung Malelo. 

Ditambahkan Yenki, selain hawa yang dingin, ditempat ini juga memiliki udara yang segar untuk dihirup, dan memiliki panorama alam pegunungan  yang luar biasa indahnya.

Di lokasi Air Terjun Pialan juga terdapat banyak tumbuhan seperti, Rotan, Bambu, Pohon Meranti, Beringin Hutan, Tampui dan beraneka ragam jenis tumbuhan hutan lainnya. Tidak hanya itu saja beberapa jenis binatang satwa seperti Kera, Siamang, Burung, serta banyak hewan lainnya.

Penulis: Taufik Hidayat, S.Hut

Foto Grafer: Taufik Hidayat, S. Hut / Pokdarwis Desa Gunung Malelo

Editor: H. Alwamen, S.Hut, M.Si

Sabtu, 26 September 2020

KPH SULIGI BATU GAJAH FASILITASI BANTUAN ALAT EKONOMI PRODUKTIF DARI BPHP WILAYAH III PEKANBARU KEPADA KTH TUNAS MUDA DAN KTH SELAYAN JAYA

Tanjung Alai, KPH SBG - Ini merupakan kabar gembira bagi Kelompok Tani Hutan (KTH), sebab 2 (dua) KTH  yang ada di wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah mendapat bantuan alat penyuling serei wangi dari Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah III Pekanbaru. 

Bantuan ini merupakan hasil tindak lanjut diskusi pada acara sosialisasi potensi jasa lingkungan yang diadakan oleh KPH Suligi Batu Gajah beberapa waktu lalu, dan pada kesempatan itu turut hadir BPHP Wilayah III Pekanbaru dan beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu. 

Pada acara tersebut Kepala KPH Suligi Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si meminta bantuan kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru agar mendukung pengembangan potensi Jasa Lingkungan, Wisata Alam dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada di KPH Suligi Batu Gajah. 

BACA JUGA: RPHJP UNIT XVII MUARA MAHAT KPH SULIGI BATU GAJAH

Hal tersebut mendapat respon baik oleh BPHP Wilayah III Pekanbaru, bahwasanya BPHP Wilayah III akan mengalokasikan Bantuan Alat Ekonomi Produktif kepada KTH yang Produktif dan telah menghasilkan HHBK, pada kesempatan tersebut Kepala KPH langsung memberikan apresiasi dan mengucapakan terimakasih kepada BPHP Wilayah III sekaligus menunjuk KTH yang layak dan Siap menerima Bantuan Tersebut. 

Kamis (24/09/09) BPHP Wilayah III Pekanbaru bersama KPH Suligi Batu Gajah, menyerahkan 2 (dua) unit alat penyuling serai wangi  kepada KTH Tunas Muda Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar dan KTH Selayan Jaya Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, kedua desa ini merupakan desa dalam wilayah Unit XVII Muara Mahat KPH Suligi Batu Gajah. 

Penyerahan alat penyuling serei wangi ini dihadiri oleh Kepala Balai BPHP Wilayah III Pekanbaru diwakili oleh Ir. Purnomo  dan Tim dan KPH Suligi-Batu gajah oleh Kepala KPH, Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Penyuluh Kehutanan. 

Pada Acara Penyerahan tersebut Ir. Purnomo dalam sambutannya menyatakan, agar alat penyuling serei wangi ini dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dipelihara oleh masyarakat. "Harapan kami agar desa ini selalu bekerjasama dengan KPH untuk pengembangan potensi yang ada, jangan hanya serei wangi saja, kalau ada program lain sampaikan pada KPH agar program bisa berlanjut demi kesejahteraan masyarakat, " katanya.

Ditambahkan Purnomo, ucapan Terimakasih dan bangga kepada KPH Suligi Batu Gajah dan Tim telah membantu dan memfasilitasi KTH ini, sehingga bantuan ini bisa disalurkan, selanjutnya dirinya juga berharap kepada KPH Suligi Batu Gajah agar bisa membantu pemasarannya.

Sementara itu Kepala KPH Suligi Batu Gajah H. Alwamen, S. Hut, M. Si dalam sambutannya menyampaikan, program pemerintah Pusat terkhusus Kementrian LHK adalah Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan bersama masyarakat, terutama pengembangan potensi-potensi Jasa Lingkungan (Jasling), Wisata Alam (WA) dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada, " ujarnya.

BACA JUGA: BERDIRINYA KOPERASI SUBAGA WANA LESTARI LANGKAH AWAL MENUJU KPH SBG MANDIRI

Kepala KPH Suligi Batu Gajah, menyampaikan agar KTH yang telah mendapatkan bantuan ini untuk lebih Produktif dalam pengelolaan Serai Wangi, dan kepada Kepala Desa dirinya berpesan untuk senantiasa memonitor dan membimbing Masyarakat untuk lebih Produktif terutama dalam pengembangan Usaha dalam pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil Hutan.

Alat penyuling ini merupakan program KPH dari BPHP Wilayah III Pekanbaru. KTH yang ada di KPH Suligi Batu Gajah diregistrasi melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau ke Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Kepala KPH Suligi Batu Gajah menambahkan, disini KPH hanya sebagai fasilitator,dan melaksanakan tugas, di tapak KPH Suligi Batu Gajah menempatkan Penyuluh Kehutanan dan berada dilapangan yang selalu mendampingi masyarakat untuk pengembangan KTH maupun dalam pengembangan program - program lainnya. 

BACA JUGA: KPH SULIGI BATU GAJAH DAN WRI KERJA SAMA MENYUSUN RPHJP

Harapan Kepala KPH Suligi Batu Gajah kepada KTH yang ada agar segera melakukan Kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU), dengan KPH untuk legalitas Pemanfaatan HHBK Serai Wangi ini. 

Pada Akhir sambutannya Kepala KPH Suligi-Batu Gajah mengucapkan terimakasih kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru atas bantuan alat ini, dan ia juga menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan yang tersisa dan menghijaukan yang sudah terbuka untuk tujuan mulia ‘Hutan lestari, Masyarakat sejahtera.

Diwaktu yang sama Kepala Desa Tanjung Alai Sultan Alwi mengatakan terimakasih kepada BPHP Wilayah III Pekanbaru dan KPH Suligi Batu Gajah atas bantuan alat penyuling serai wangi ini. 

"Harapan kami sudah tercapai karena alat penyulingan ini bisa membantu kami untuk mengelola serei wangi yang telah kami tanam, kami sangat mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah seperti ini, sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat kami dan serei wangi akan menjadi hasil produksi unggul dari Desa kami, " pungkasnya.

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut

Foto Grafer: Diki Permana

Editor: H. Alwamen, S.Hut, M.Si

Jumat, 18 September 2020

CETAK TENAGA TERAMPIL RESOLUSI KONFLIK SUMBER DAYA ALAM WRI DAN BDLHK PEKANBARU GELAR PELATIHAN SECARA DARING PADA ASN DAN BAKRIM UPT KPH SULIGI BATU GAJAH

Bangkinang, KPH SBG - Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pekanbaru kembali menyelenggarakan pelatihan Resolusi Konflik (Reskon) Angkatan II (dua), Namun Pelatihan kali ini ada perbedaan dari pelatihan sebelumnya yaitu pelatihan ini diinisiasi oleh Word Researc Institute (WRI) Indonesia dan KPH Suligi-Batu Gajah. 


Pelatihan Menggunakan kurikulum Standart BDLHK dengan Metode E Learning (Virtual), Pelatihan berlangsung selama 5 (lima) hari mulai Senin sampai dengan Jum’at (14-18 September 2020) setara 35 (Tiga Puluh Lima) Jam Pelajaran (JPL), diikuti oleh 30 peserta yang keseluruhannya berasal dari KPH Suligi Batu Gajah. 

Bimbingan teknis dan pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga-tenaga kerja terampil untuk menjadi fasilitator  penyelesaian konflik yang ada di wilayah kerja peserta, khususnya konflik yang ada di wilayah Kerja KPH Suligi Batu Gajah.


Pelatihan ini di buka oleh Kepala BDLHK Pekanbaru dan di tutup oleh Sekretaris Jenderal BP2SDM Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Drs. Ade Palguna Ruteka. 

Kepala BDLHK Pekanbaru Komaruddin, S.Hut  Dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya pelatihan ini merupakan pelatihan yang istimewa karena pesertanya seluruhnya merupakan Tenaga UPT KPH KPH Suligi Batu Gajah dan juga pembiayaannya merupakan kolaborasi antara BDLHK dan WRI. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan dapat dikuti dengan baik dan mendapatkan Ilmu bagi seluruh peserta sehingga dapat di aplikasikan dalam pengelolaan wilayahnya.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta bisa mengatasi konflik yang ada di wilayah kerjanya. "konflik akan bisa diatasi dengan baik dengan menggunakan skill yang kita miliki, " katanya. 

Sekretaris BP2SDM menambahkan, pihaknya akan selalu membuka diri untuk bekerjasama dalam pengembangan pengetahuan SDM Kehutanan. 

BACA JUGA: RAPAT PERSIAPAN PEMBAHASAN DRAF RPHJP UNIT XVII MUARA MAHAT

Salah satu peserta pelatihan Reskon Nurfiani, SP, MM dalam pesan dan kesannya menyatakan, pelatihan ini bisa membangun kekompakan bagi peserta walaupun dilakukan secara daring dan mentor juga bisa membangun kebersamaan peserta dengan metode - metode pembelajaran yang sangat menarik dan membangun.


Pada akhir pelatihan ini  Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah Alwamen, S.Hut, M.Si Menyampaikan ‘’Terimakasih kepada BDLHK, Widya Iswara dan Fasilitator/Narasumber atas ilmu yang diberikan kepada dan akan kami terapkan di lapangan, mohon maaf atas kekurangan dan kepada WRI kami ucapkan terimakasih  atas kerjasamanya yang telah berjalan selama ini dan semoga pelatihan dan kegiatan lain dapat kita laksanakan bersama.’’ Salam Lestari…

Penulis: Bakti Rimbawan

Foto Grafer: Bakti Rimbawam

Editor: H. Alwamen, S.Hut. M.Si

Selasa, 15 September 2020

SOSIALISASI POTENSI JASA LINGKUNGAN DAN WISATA ALAM DI KPHL UNIT XVI SULIGI KPH SULIGI BATU GAJAH

Tandun, KPH SBG - Sosialisasi  Potensi Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Unit XVI Suligi yang di taja oleh KPH Suligi Batu Gajah di Aula Kantor Camat Tandun. Selasa (15/09/2020).  Acara ini diikuti oleh Dinas LHK Provinsi Riau, Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu, Balai PDASHL Indragiri Rokan, Balai Diklat LHK, Koramil Tandun dan Camat yang termasuk dalam wilayah kerja KPH Suligi-Batu Gajah yang memiliki Destinasi Tempat Wisata (Camat Tandun, Camat Kabun, Camat Rokan IV Koto dan Camat Pendalian IV Koto), serta Kepala Desa Koto Ranah, Kades Aliantan, Kades Tandun, Kades Rokan, Kades Rokan Koto Ruang, Kades Lubuk Bendahara, Kades Suligi, Kades Pendalian beserta Ninik Mamak, pengurus Pokdarwis dengan Jumlah peserta sebanyak 30 orang. 

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau yang diwakili kepala bidang Perencanaan dan Pemanfaatan (Danang KS, S.Hut, M.Sc). Dalam Sambutannya Kadis menyampaikan, bahwa KPH Suligi Batu Gajah merupakan unit DLHK Provinsi Riau dibangun ditingkat tapak yang bertujuan untuk Pemberdayaan masyarakat dan mengelola Wilayah Kerjanya (Kawasan Hutan) baik itu potensi Jasa Lingkungan (Jasling), dan Wisata Alam serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).  


Pada Acara ini juga dilakuakan Diskusi Panel dengan narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau diwakili kepala bidang Perencanaan dan Pemanfaatan (Danang KS, S.Hut, M.Sc),  Dinas Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu yang di wakili Kabid Destinasi pariwisata (Rhokhanan Eka Trianto, SH), BPDASHL Indragiri Rokan yang di wakili Kepala Seksi RHL (Desmantoro, S.Hut., M.Si) dan sebagai Moderator Kepala UPT KPH Suligi Batu Gajah, (Alwamen, S.Hut, M.Si).  

Dalam paparannya Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan mengatakan, KPH Suligi Batu Gajah khususnya Unit XVI Suligi memiliki puluhan potensi Jasling, sebagai modal usaha yang akan di kelola.  Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan juga menjelaskan, untuk dapat mengelola hutan secara legal masyarakat harus membentuk kelompok, untuk lebih jelasnya Nantinya akan saya instruksikan KPH melalui Penyuluh Kehutanan setempat untuk Pendampingan kepada Masyarakat.  

"Sekarang kita telah bisa berusaha dalam kawasan hutan, dan dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, KPH Suligi Batu Gajah dan pemerintah daerah setempat, " ungkapnya.  Diwaktu yang sama, Danang KS, S.Hut, M.Sc menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan dan lingkungan, mari berusaha dalam kawasan hutan tapi jangan menebang pohon agar hutan tetap asri dan terjaga ekosistemnya.  


Pada acara ini, peserta sosialisasi  juga berkesempatan berdialog dengan  para narasumber, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, harapan dan permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. Pada Akhir Sosialisasi Kepala UPT KPH Suligi-Batu Gajah menyampaikan bahwasanya kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan awal bagi KPH untuk melakukan Pengelolaan  potensi Jasa Lingkungan, Wisata Alam dan HHBK di Wilayah kerja KPHL Unit XVI Suligi, banyak kegiatan: akan dilakuakan setelah ini antara lain : 1. Inventarisasi dan Identifikasi Potensi Jasling, Wisata Alam dan HHBK, 2. Penyusunan Desain Tapak yang merupakan Acuan Rencana Pengelolaan Jasling dan Wisata Alam. 3. Kerjasama Pengelolaan Jasling, Wisata Alam dan HHBK antara KPH dan Masyarakat/Pihak Lainnya.

Penulis : Hendri Nofendri, S.Sos 

Foto Grafer : Ade Suryadi dan Ilham Fajri 

Editor: Alwamen, S.Hut, MSi



Minggu, 06 September 2020

MENGINTIP KEINDAHAN GOA PUTRI RAMBUT EMAS, DAYA TARIK WISATA BARU DI KPH SULIGI BATU GAJAH

Pulau Gadang, KPH SBG - KPH Suligi Batu Gajah merupakan salah satu KPH di Riau dengan berbagai potensi wisata alam yang kini semakin diminati kalangan masyarakat luas, seperti Ulu Kasok, Dermaga Tepian Mahligai Taman 1000 Bunga, Air Terjun Putri Kayangan, Sungai Gulamo dan masih banyak potensi lainnya. 

Salah satu potensi baru yang akan dikembangkan di KPH Suligi Batu Gajah adalah Goa Putri Rambut Emas, Destinasi Goa ini berada di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, yang merupakan wilayah kerja KPH Suligi Batu Gajah, Unit XVII Muara Mahat. Goa ini memiliki keindahan eksotis dan tengah disiapkan sebagai destinasi wisata berbasis agrowisata.

Goa Putri Rambut Emas memiliki panjang 90 meter dengan lebar 5 hingga 12 meter, dan ketinggian mencapai 3 hingga 10 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter. 

Menurut Syarvawi yang juga sebagai ketua Pokdarwis Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga mengatakan, Goa ini dinamakan Putri Rambut Emas karena posisinya berada di Jalan Putri Rambut Mas. Goa ini keberadaanya sudah lama diketahui masyarakat dan hanya digunakan sebagai tempat mengambil pupuk dari  kotoran kelelawar yang banyak menggantung di langit-langit Goa. 

Penyuluh Kehutanan KPH Suligi Batu Gajah Mutohir, SP saat berkunjung kelokasi Goa Putri Rambut Emas mengungkapkan, untuk berkolaborasi dengan KPH masyarakat harus membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH), yang mérupakan salah satu wadah untuk kegiatan resmi bagi masyarakat. 

"Disini kita sebagai fasilitator, kami akan menerima masukan dari masyarakat, jika KTH sudah ada maka otomatis pengurusnya akan terbentuk dan ada yang bertanggung jawab, " Jelasnya. 

Ditambahkan Mutohir, koordinasi harus terus dilakukan secara intens untuk mengembangkan destinasi wisata yang baru seperti ini, pihak desa, kecamatan maupun pihak terkait lainnya. Agar destinasi wisata ini bisa berkembang serta dikemas lebih menarik dan unik lagi.

"Dengan adanya pariwisata ini akan dapat meningkatkan potensi alam, pemberdayaan masyarakat, Peningkatan ekonomi, dan pelestarian alam, serta dengan penataan goa ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, "pungkasnya.

Saat ini masyarakat setempat dan kalangan pemuda tengah memaksimalkan penataan goa, ada yang tengah dipersiapkan antara lain pembuatan akses jalan, pembuatan tangga menuju pintu masuk Goa. Warga setempat juga berencana menyiapkan sistem penerangan di sekitar gua, serta pembangunan beberapa spot selfie yang akan menjadi daya tarik bagi kalangan muda.

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut 

Foto Grafer: Taufik Hidayat, S. Hut 

Editor: Mutohir, SP


Kamis, 03 September 2020

PISAH SAMBUT ASN KPH SULIGI BATU GAJAH DIWARNAI SENYUM DAN KENANGAN INDAH


Pulau Gadang, KPH SBG - Acara pisah sambut ASN KPH Suligi Batu Gajah yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas baru. Kamis, 03 September 2020. Acara yang berlokasi di Dermaga Tepian Mahligai Taman Seribu Bunga, Unit XVII Muara Mahat ini dipandu oleh MC dari KPH Suligi Batu Gajah, Nurfiani, SP, MM.

Acara dibuka oleh Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si selaku pembina dan pengarah acara menyampaikan bahwa perpisahan dengan 18 orang ASN yang terdiri dari 10 orang ASN mutasi ke tempat tugas yang baru dan 8 orang ASN memasuki masa purna, diwarnai dengan senyum dan kenangan indah, dan menyambut 3 orang ASN dengan semangat dan harapan baru. “Kami berdoa agar Bapak dan Ibu yang dapat lebih sukses di tempat kerja baru dan mohon maaf jika ada kesalahan selama saya jadi pemimpin disini," ujarnya.


Pada kesempatan berikutnya, H. Alwamen menyampaikan terima kasih kepada ASN yang mutasi dan masuk masa purna merupakan kepala seksi dan para staf yang luar biasa sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan oleh KPH Suligi Batu Gajah.

"Jangan pernah putus komunikasi untuk menjalin silahturahmi kita dan untuk membangun KPH kita untuk selanjuntya, " harapnya.

Menyambung sambutan H. Alwamen sebelumnya, Parma Yuniandra, S.Hut, M.Si yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala  Seksi Perlindungan Hutan dan KSDAE KPH Suligi Batu Gajah pada periode sebelumnya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada KPH Suligi Batu Gajah dan jajaran dengan mengadakan acara pisah sambut ini.


"Terimakasih kepada Kepala KPH Suligi Batu Gajah dan jajarannya, untuk acara hari ini dan untuk pelepasan kami-kami yang mutasi maupun memasuki masa purna," ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada 18 ASN yang memasuki masa purna dan mutasi pada tempat tugas yang baru, dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Penulis : Taufik Hidayat, S.Hut,  Fotografer : Hendri Nofendri, S.Sos dan Ade Suryadi

Kamis, 06 Agustus 2020

SOSIALISASI INVENTARISASI POTENSI EKOWISATA DAN JASA LINGKUNGAN UNIT XVII MUARA MAHAT KPH SULIGI BATU GAJAH



Bangkinang KPH SBG - Sosialisasi inventarisasi potensi ekowisata dan jasa lingkungan Unit XVII Muara Mahat yang di taja oleh KPH Suligi Batu Gajah di Aula Kantor Camat XIII Koto Kampar. Kamis (06/08/2020). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau Dr. Ir. Mamun Murod, MM. MH, sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Ir. Zulia Darma, Kasubbag TU BPHP Wilayah III Pekanbaru Kurniawan, S.Hut, M.Si, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri, S.STP, M.Si, Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begap, S.Sos, dan Kepala KPH Suligi Batu Gajah, H. Alwamen, S.Hut, M.Si. 

Acara ini diikuti oleh Kepala Desa, pengurus Pokdarwis, Ninik Mamak, dan World Resources Institute (WRI) Regional Provinsi Riau, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.



Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Mamun Murod, dikesempatan itu dirinya menyampaikan, bahwa KPH Suligi Batu Gajah merupakan unit DLHK Provinsi Riau dibangun ditingkat tapak yang bertujuan untuk mendampingi, menampung inspirasi dan membina masyarakat dan mengelola potensi Jasa Lingkungan (Jasling), dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). 


"Kecamatan kita memiliki kawasan hutan yang luas yang terdapat banyak potensi Jasling, HHBK, dan kayunya. Semua ini untuk masyarakat dan dikelola oleh masyarakat, " ungkapnya. 


Kepala Dinas LHK Provinsi Riau juga menjelaskan, untuk dapat mengelola hutan secara legal masyarakat harus membentuk kelompok-kelompok, seperti Hutan Desa (HD), Hutan Adat (HA), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Kemitraan Kehutanan. Nantinya akan ada pendampingan dari KPH, WRI maupun dari Penyuluh Kehutanan. 

"Sekarang kita telah bisa berusaha dalam kawasan hutan, dan dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, KPH Suligi Batu Gajah dan pemerintah daerah setempat, " ungkapnya. 

Diwaktu yang sama, Murod Makmun menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hutan dan lingkungan, mari berusaha dalam kawasan hutan tapi jangan menebang pohon agar hutan tetap asri dan terjaga ekosistemnya. 

Sementara Camat XIII Koto Kampar Rahmad Fajri mengatakan, Kecamatan ini merupakan Kecamatan wisata yang memiliki beragam potensi wisata, hanya  membutuhkan sedikit polesan dan mempromosikannya. 

"Di Kecamatan kita sangat banyak potensi Jasling, seperti Air Terjun Gulamo, Panisan, Ulu Kasok, Dermaga Tepian Mahligai, Sungai Duo dan masih banyak lagi," ujarnya. 



Ia berharap kepada KPH Suligi Batu Gajah agar memberikan perhatian kepada pariwisata di Kecamatan XIII Koto Kampar yang sudah mulai dikelola oleh Pokdarwis. Kegiatan ini juga dapat membuka peluang usaha  dan meningkatkan perekonomian masyarakat.


Pada acara ini, peserta sosialisasi  juga berkesempatan berdialog dengan  para narasumber, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, harapan dan permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. 

Penulis: Taufik Hidayat, S. Hut
Foto Grafer: Diki Permana

Selasa, 21 Juli 2020

DIMASA PANDEMIK COVID-19 KPH SULIGI BATU GAJAH KEMBALI MELAKSANAKAN APEL DAN SENAM PAGI


Bangkinang KPH SBG - Sesuai Surat Edaran Pemprov Riau No 199/SE/2020, tanggal 20 Juli 2020, tentang kegiatan apel pagi setiap hari kerja dan senam bersama yang dilaksanakan setiap hari Kamis dalam tatanan normal baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Menindak lanjut surat edaran tersebut Kepala KPH Suligi Batu Gajah H. Alwamen, S.Hut, MSi   melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha KPH Suligi Batu Gajah, H. Afrizal, A.Md  mengintruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan UPT KPH Suligi Batu Gajah agar dapat melaksanakan kegiatan yang diperintahkan dalam Surat Edaran tersebut, yang dimulai tanggal 21 Juli 2020.


"Sesuai dengan arahan pimpinan besok pagi (Selasa, red) kita sudah melaksanakan perintah ini. 
Selama melaksanakan kegiatan apel pagi dan senam bersama dimasa  Pandemik Covid- 19 agar selalu memakai masker, dan jaga jarak aman maupun dalam aktivitas lain tanpa terkecuali. Serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, " ungkapnya.

Untuk yang berusia di atas 55 tahun, Ibu hamil, dan menyusui masih diberlakukan Work From Home (WFH).

Posting Populer