Pekanbaru, KPH SBG - Riau memiliki Hutan yang sangat luas, namun disayangkan terdapat 176 Konflik kawasan hutan yang harus segera diselesaikan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Riau Ervin Rizaldi, saat membuka acara sosialisasi penanganan konflik tenurial dan hutan adat di Provinsi Riau, Kamis (26/04/2018), di Alpha Hotel Pekanbaru.
Selanjutnya Kepala DLHK Riau menyebutkan, solusi untuk mengatasi konflik kawasan hutan yang terus berlanjut ini dengan cara mediasi, Perhutanan Sosial serta dengan penegakan hukum.
Farma Yuniandra sebagai Kasi Perlindungan, KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat, UPT KPH Suligi Batu Gajah juga turut hadir pada acara tersebut bersama 30 peserta lainnya yang berasal dari berbagai instasi terkait lainnya, seperti Badan Kesbangpol se-Prov Riau, UPT KPH se-Prov Riau, BPKH dan BPHP. Selain itu juga turut hadir perusahaan HPH dan HTI se-Prov Riau.
Narasumber atau pembicara pada acara sosialisasi ini adalah Dirjen PSKL, Dirjen Gakkum, BPHP dan UIN Sultan Syarif Khasim Pekanbaru.
Untuk mengatasi konflik pada kawasan hutan, Kementerian LHK juga akan mengadakan pelatihan mediator, paralegal, asesor, PPNS yang bisa diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPH, yang bertujuan untuk memudahkan penyelesaian konflik nantinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar